JENTERANEWS.com – Pergerakan tanah melanda Kampung Cikontrang Desa Citamiang , Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi setelah hujan mengguyur wilayah ini hampir setiap hari. Retakan ini berpotensi tanah longsor dan berdampak pada 6 rumah warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya Yanto Prayitno bersama Pemerintah desa setempat juga Babinsa dan Bhabinmas langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi keluarga di 6 rumah. Sementara warga 20 jiwa mengungsi di rumah kerabat saudaranya masing-masing.
P2BK Purabaya, Yanto Prayitno, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis 11 Januari 2024 sekira pukul 10. 30 Wib. saat hujan deras.
Retakan tanah itu, panjangnya 60 meter dengan lebar retakan 5 Centimeter sampai 3 meter dengan kedalaman retakan 30 Centimeter.
“Karena hujan turun hampir tiap hari kami kwatir retakan tanah semakin melebar. Jadi kami ungsikan penghuni 6 rumah ke rumah saudaranya masing-masing,” ungkap Yanto
Adapun data korban dari 6 rumah tersebut yaitu
1. Rumah Bapak Uci, dihuni bersama istrinya Nenah.
2. Rumah Bapak Ajo, dihuni bersama istrinya Renti, dan dua anaknya, Tomi dan Rizzki.
3. Rumah Bapak Dedi Ruswandi, dihuni bersama istrinya Dedeh, dan tiga anaknya yaitu , Sela, Sheina, dan Syafik.
4. Rumah Bapak Dedi Suhendi, dihuni bersama istrinya, Mesi.
5. Rumah Bapak Baehaki, dihuni bersama istrinya, Rohaeni, dan anaknya M. Sultan.
6. Rumah Bapak Rukmana, dihuni bersama istrinya Samsiah, juga dua anaknya Dewi, dan Dika.
Yanto juga minta ke Pihak BPBD untuk di terusken ke BVMBG guna penelitian status tanah mengingat wilayah ini termasuk rawan bencana longsor karena berada pada daerah perbukitan.
Untuk itu, pemerintah desa meminta warga untuk selalu waspada dan segera mengungsi bila terlihat ada potensi tebing longsor.(*)















