Menu ✖

Mode Gelap

Bencana · 8 Apr 2025 08:30 WIB

Jeritan Petani Sukabumi: Tambang Emas Hancurkan Sawah, Gagal Panen di Depan Mata


					Kondisi sawah warga Desa Cihaur, Sukabumi, yang tertimbun lumpur diduga akibat aktivitas tambang emas. Puluhan hektare sawah mengalami kerusakan parah dan gagal panen Perbesar

Kondisi sawah warga Desa Cihaur, Sukabumi, yang tertimbun lumpur diduga akibat aktivitas tambang emas. Puluhan hektare sawah mengalami kerusakan parah dan gagal panen

JENTERANEWS.com – Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi saksi bisu amarah alam dan jeritan petani. Puluhan hektare sawah yang menjadi tumpuan hidup mereka, kini berubah menjadi lautan lumpur. Bencana ini diduga kuat akibat aktivitas pertambangan emas yang beroperasi di wilayah perbukitan sekitar desa.

Dari pantauan udara, sekitar 50 hektare sawah yang sebelumnya menghijau, kini tertutup lumpur pekat. Air keruh menggenangi petak-petak sawah, merusak tanaman padi yang sebentar lagi siap panen. Aliran lumpur ini berasal dari sungai kecil yang kini menjadi jalur utama limpasan tanah dari area pertambangan.

Sebuah video yang direkam warga dan viral di media sosial, menunjukkan betapa dahsyatnya aliran lumpur tersebut. Lumpur menerjang area pertanian dan mengancam permukiman warga. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana lahan pertanian yang subur berubah menjadi kubangan lumpur.

Solehudin, salah seorang petani yang geram, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami tidak butuh ganti rugi. Yang kami inginkan adalah kejelasan dan manfaat nyata, bukan janji-janji kosong. Jika terus seperti ini, lebih baik tambang itu ditutup saja,” tegasnya pada Minggu (6/4/2025).

Solehudin menambahkan, sejak awal operasional tambang, perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga. “Tiba-tiba alat berat masuk, tanah digali, sungai rusak, sawah kami tertimbun lumpur. Tidak ada komunikasi sama sekali,” ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga datang dari Dahlan, petani lainnya yang mengalami gagal panen akibat sawahnya rusak parah. “Padahal tinggal panen, tapi lumpur turun dari bukit, sawah saya hancur. Perusahaan pun tidak muncul, apalagi bertanggung jawab,” keluhnya.

Dahlan menjelaskan, aliran sungai yang dulunya jernih, kini selalu membawa lumpur saat hujan. Dampaknya, lebih dari 30 hektare sawah rusak berat. “Dulu air jernih, irigasi lancar. Sekarang tiap hujan datang, lumpur ikut turun. Tapi dari pihak tambang tidak pernah ada musyawarah atau klarifikasi ke warga,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga Desa Cihaur kini menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan tambang. Mereka meminta agar perusahaan segera menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan dan mengganti kerugian yang dialami petani. Selain itu, warga juga menuntut adanya transparansi dan komunikasi yang baik dari pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang terkait desakan warga dan kerusakan lahan pertanian tersebut. Warga berharap, pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini dan melindungi hak-hak petani.(*)

Laporan : Mardi


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 344 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Niat Kabur Gagal Total, Pemuda 22 Tahun di Sukabumi Dikepung Warga usai Lecehkan Remaja Putri

7 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Wajah tegang korban begal payudara di Sukabumi, AP (18), sesaat setelah kejadian dan dievakuasi oleh rekan-rekannya dari kerumunan warga di Jalan Ahmad Yani, Senin (5/10/2026) malam.

Polisi Ringkus Oknum Guru Ngaji Pelaku Asusila Anak di Nyalindung Sukabumi

7 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Ribuan Buruh Gelar Sujud Syukur di Jakarta Pasca-Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Potret seorang pria bernama AMRULL dalam kerumunan massa dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat. Pria tersebut tampak mengenakan seragam biru berlambang Bendera Merah Putih di lengan kiri serta kacamata hitam dan peci.

PEMKAB SUKABUMI DUKUNG PENUH MUKERDA MUI: LANGKAH STRATEGIS RUMUSKAN PROGRAM KHIDMAT UMAT

6 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Wakil Bupati Sukabumi memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kabupaten Sukabumi di Pondok Modern Assalam Putri, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan program-program keagamaan yang bermanfaat bagi umat.

Pimpin Apel Hari Pramuka ke-65, Wabup Sukabumi Tekankan Peran Tri Satya dan Dasa Dharma Bentuk Generasi Unggul

6 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas memberikan amanat di mimbar upacara pada Apel Besar Memperingati Hari Pramuka ke-65 di Pondok Modern Assalam Putri, Warungkiara, Sukabumi, Selasa (6/10/2026).

DPRD Kabupaten Sukabumi Apresiasi Pengabdian Prajurit di Peringatan HUT Ke-81 TNI

5 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar dan PAN, Mansyurudin, A.Md., mewakili Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kabupaten Sukabumi di Lapang Alun-Alun Palabuhanratu, Senin (5/10/2026). Foto: Humas DPRD Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca