JENTERANEWS.com – Bencana banjir bandang menerjang kawasan objek wisata Curug Cikaso, Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (22/5/2026) sore. Insiden mendadak ini sempat menyeret sejumlah wisatawan yang tengah berada di bantaran sungai, namun berkat kesigapan petugas dan warga sekitar, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi dengan selamat.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda awal. Petugas pintu masuk Curug Cikaso, Gojal, menuturkan bahwa sebelum kejadian, debit air sungai terpantau normal dan masih dinyatakan aman bagi para pengunjung.
“Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Padahal, dari pukul 15.00 WIB ke bawah, kondisi air masih terpantau normal,” ungkap Gojal saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/5/2026).
Saat insiden terjadi, kawasan wisata Curug Cikaso tidak terlalu padat pengunjung. Di lokasi tersebut dilaporkan terdapat empat pelajar putri dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Jampangkulon, rombongan pesepeda, dua orang wisatawan mancanegara, serta beberapa pengunjung lain yang sedang beristirahat.
Petaka bermula ketika keempat pelajar SMK tersebut hendak berswafoto di sekitar area curug. Tiba-tiba, debit air membesar disertai arus deras dari hulu sungai yang langsung menerjang dan menyeret dua dari empat pelajar tersebut. Beruntung, dua pelajar lainnya telah berhasil diamankan lebih dulu oleh petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) sebelum volume air semakin membesar.
“Saya sebelumnya memang sudah mengingatkan petugas Balawista agar selalu waspada dan mengimbau pengunjung supaya berhati-hati,” tambah Gojal.
Suasana di lokasi kejadian sempat dilaporkan mencekam. Kepanikan pengunjung dipicu oleh suara gemuruh air yang datang dari arah hulu, dengan membawa material berupa kayu dan ranting pepohonan.
Melihat adanya korban yang terseret arus, operasi penyelamatan darurat segera dilakukan secara bahu-membahu. Petugas Balawista, warga setempat, para pesepeda, hingga pengemudi perahu wisata bersinergi mengevakuasi korban dari amukan arus sungai.
“Hari itu pengunjung tidak terlalu ramai. Selain empat pelajar itu, ada juga dua turis asing, tetapi mereka sudah berada di lokasi yang aman. Alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa berkat bantuan para pesepeda dan kesigapan tim Balawista,” jelas Gojal.
Insiden di Curug Cikaso ini menjadi peringatan penting bagi para wisatawan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat berlibur di kawasan alam terbuka. Fenomena banjir bandang kerap terjadi secara mendadak dan tak terduga, dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai, kendati cuaca di hilir atau di lokasi wisata tampak cerah. Pihak pengelola mengimbau seluruh pengunjung untuk mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.(*)















