JENTERANEWS.com – Kondisi memprihatinkan menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cilimus di Kampung Cijiwa, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, telah ambruk selama lebih dari setahun, memaksa para siswa untuk mengungsi ke sekolah lain demi keselamatan.
Bangunan yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menimba ilmu kini justru menjadi sumber kekhawatiran. Material bangunan yang telah dimakan usia menjadi penyebab utama ambruknya atap di empat ruang kelas. Kondisi ini diperparah oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025, yang menyebabkan kerusakan semakin parah.
Puncak kerusakan terjadi antara Desember 2024 hingga Maret 2025. Kepala Desa Nangerang, Sopyan, membenarkan situasi genting ini. Kekhawatiran akan keselamatan para siswa dan guru membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak mungkin lagi dilaksanakan di gedung sekolah tersebut.
Menanggapi laporan dan kondisi darurat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi akhirnya angkat bicara. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi, Deni Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi.
“Kami sudah melakukan survei ke SDN Cilimus,” ujar Deni. Ia menjanjikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan. Namun, para orang tua dan siswa harus bersabar lebih lama, karena proses perbaikan direncanakan baru akan dimulai pada bulan Juli 2025.
Kini, harapan para siswa, guru, dan orang tua SDN Cilimus tertumpu pada janji pemerintah daerah. Mereka menantikan realisasi perbaikan agar anak-anak mereka dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di sekolahnya sendiri tanpa harus dihantui rasa was-was akan bahaya atap yang bisa runtuh kapan saja.(*)
Reporter : Rudi
Redaktur: Hamjah















