Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Des 2025 11:06 WIB

Banjir Kepung Sukabumi, Mahasiswa Pertanian UMMI Geruduk Balai Kota Tuntut “Revolusi” Drainase


					Massa mahasiswa dari BEM dan KBM Fakultas Pertanian UMMI saat menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/12/2025), mendesak pemerintah kota segera membenahi sistem drainase pasca-banjir besar. Perbesar

Massa mahasiswa dari BEM dan KBM Fakultas Pertanian UMMI saat menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/12/2025), mendesak pemerintah kota segera membenahi sistem drainase pasca-banjir besar.

JENTERANEWS.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/12/2025).

Aksi damai ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas bencana banjir besar yang melumpuhkan Kota Sukabumi pada 5 Desember lalu. Massa menilai, banjir tersebut bukan semata fenomena alam, melainkan bukti nyata kegagalan sistem tata kelola air dan drainase kota.

Dalam orasinya, Gubernur BEM KBM Fakultas Pertanian UMMI, Arief Ferdiansyah, melontarkan kritik tajam terhadap lemahnya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Ia menyoroti belasan titik permukiman seperti Cikole, Warudoyong, Lio Santa, dan Gedong Panjang yang terendam parah akibat luapan air.

“Hujan deras memang faktor pemicu, namun akar masalahnya ada pada infrastruktur drainase yang tidak memadai. Kapasitas saluran air di kota ini jelas sudah tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi,” tegas Arief di tengah kerumunan massa berjaket almamater biru tersebut.

Mahasiswa menekankan pentingnya pembenahan drainase terpadu dan sekunder sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2022. Arief menjelaskan, drainase terpadu sangat krusial untuk mengendalikan aliran air agar tidak menumpuk di satu titik yang fatal bagi permukiman warga.

Selain itu, masalah sedimentasi sungai yang menyebabkan pendangkalan juga menjadi sorotan utama. Mahasiswa mendesak Pemkot beralih ke solusi jangka panjang dengan mengembangkan infrastruktur hijau, bukan sekadar perbaikan kosmetik.

“Kami mengingatkan pemerintah, musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Ini bukan lagi soal angka kerugian materi, tapi soal nyawa warga Kota Sukabumi yang terancam,” tambah Arief dengan nada tinggi.

Dalam audiensi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama atau “Tritura” versi mitigasi bencana kepada Pemkot Sukabumi:

  1. Pembenahan Drainase Total: Memaksimalkan penataan drainase terpadu dan sekunder, dengan prioritas mendesak di kawasan Jalan Selabintana dan Jalan Siliwangi.

  2. Edukasi Iklim: Optimalisasi pelaksanaan Perda No. 1 Tahun 2025 tentang peningkatan pemahaman masyarakat terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

  3. Pengawasan Legislatif: Mendesak Komisi 3 DPRD Kota Sukabumi untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap proses pembangunan infrastruktur kota.

Aspirasi mahasiswa ini akhirnya diterima secara langsung oleh Asisten Daerah (Asda) Bidang Umum, Imran Whardani, didampingi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Muhammad Sahid.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian tersebut berakhir tertib. Para mahasiswa membubarkan diri dengan catatan akan terus mengawal realisasi janji pemerintah demi mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.(*)

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi