Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 29 Mar 2024 11:57 WIB

Cegah DBD, Pemdes Gunungbentang Lakukan “Fogging”


					Cegah DBD, Pemdes Gunungbentang Lakukan “Fogging” Perbesar

JENTERANEWS.com – Pemerintah desa (Pemdes) Gunungbentang, kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi melakukan pengasapan atau fogging nyamuk dalam rangka mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala desa (kades) Gunungbentang H.Jajat Sudrajat, mengatakan, kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan merebaknya kasus DBD yang sempat dialami beberapa warganya.

“Fogging ini kan berawal dari temuan beberapa warga Desa Gunungbentang yang sakit kemudian dirawat di rumah sakit terdeteksi penyakit DBD,” kata H.Jajat, Jumat (29/3/2024).

Ia menjelaskan, kegiatan fogging dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Sagaranten terkait langkah penanganan dan pencegahan kasus DBD. Fogging ini lanjutnya, dilakukan di setiap lingkungan terutama pada titik-titik dimana ditemukan kasus DBD yang dimulai dari Kampung Talun.

“Pengasapan dilakukan keliling dari mulai kampung Talun, lalu ke kampung Sindangsari dan kemudian ke Kampung Sirnajaya, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran lebih luas,” ujarnya.

H.Jajat mengaku, sampai sekarang kasus DBD masih ditemukan di desa Gunungbentang sehingga kegiatan fogging akan terus dioptimalkan. Dengan pendampingan dinas terkait, diharapkan kegiatan fogging untuk pencegahan kasus DBD di desa Gunungbentang maksimal dilakukan.

“Kami menyisir area di desa Gunungbentang ini pada pos-pos yang dianggap rawan dalam peta kesehatan itu kita akan sisir untuk melakukan pengasapan,” ungkapnya.

Selain mengadakan kegiatan Fogging, kata H.Jajat, jajarannya terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan hidup bersih serta cara mencegah tumbuhnya jentik nyamuk penyebab DBD, baik melalui gerakan 3 M, menjaga sanitasi dan lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diberikan obat anti bakteri nyamuk yang ditaburkan ke dalam bak mandi maupun di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya jentik-jentik nyamuk penyebab DBD.

Untuk pencegahan kasus DBD, Lebih lanjut H.Jajat juga mengimbau warganya untuk selalu memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar dengan cara membuang sampah-sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk penyebab DBD.

“Memperhatikan sumber-sumber tergenangnya air di sekitar rumah kita karena itu adalah tempat-tempat yang dimana baia menjadi tempat pengembangbiakan jentik-jentik nyamuk penyebab DBD,” imbuhnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sukabumi H. Loka Tresnajaya Apresiasi Purna Tugas Camat Cicurug dalam Momentum Halal Bihalal

30 April 2026 - 18:36 WIB

Suasana hangat saat penyampaian sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pengantar Purna Tugas Camat Cicurug, Judi Budimansjah, S.IP., A.Kp., di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemberian penghormatan atas dedikasi pengabdian beliau di wilayah tersebut.

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana