JENTERANEWS.com – Nasib malang menimpa Ibu Itoh Masitoh, seorang nenek berusia 79 tahun di Kampung Ciseupan, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Rumah panggung yang menjadi satu-satunya tempat tinggalnya ludes dilalap si jago merah pada Jumat malam (15/8/2025). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini.
Kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan tersebut terjadi sekitar pukul 19:05 WIB. Menurut laporan yang diterima dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, api pertama kali diketahui oleh dua orang saksi, Ibu Neneng Siti Hajar (43) dan Bapak Uus Ruslianan (50), yang merupakan tetangga korban.
“Awalnya kedua saksi mencium bau asap yang menyengat dari arah dapur rumah korban,” ungkap Ofiek, petugas P2BK Gegerbitung dalam laporannya. “Saat diperiksa, mereka melihat api sudah berkobar besar dari sebuah unit kulkas.”
Api dengan cepat membesar dan menjalar, melahap seluruh bangunan panggung berukuran 6×12 meter yang sebagian besar terbuat dari material yang mudah terbakar. Dalam waktu singkat, rumah beserta seluruh isinya habis tak bersisa.
Tim gabungan yang terdiri dari P2BK Gegerbitung, Pemdes Caringin, aparat Kecamatan, Polsek Gegerbitung, Babinsa, Satpol PP, Tagana, dan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukaraja segera meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima laporan. Bersama warga sekitar, tim berjibaku untuk memadamkan api dan mencegahnya merambat ke bangunan lain. Pihak PLN Unit Cilangla juga turut hadir untuk mengamankan aliran listrik di sekitar lokasi.
Setelah beberapa saat, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hasil asesmen sementara di lapangan menyimpulkan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek atau korsleting listrik pada unit kulkas.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp50.000.000,” lanjut laporan tersebut.
Saat ini, Ibu Itoh Masitoh yang tinggal seorang diri harus kehilangan tempat tinggalnya. Pihak berwenang telah memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik dan peralatan elektronik.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat berupa bahan material untuk membangun kembali rumahnya, peralatan dapur, serta bahan makanan untuk kebutuhan sehari-hari. Data yang disampaikan merupakan laporan awal dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.(*)
Kor : Husni
Redaktur: Hamjah















