Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Jan 2026 12:33 WIB

Diduga Lecehkan Santri Sejak Setahun Terakhir, Oknum Guru Ngaji di Cicurug Diamankan Polisi


					Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum guru ngaji di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah anak didiknya. Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polres Sukabumi. Perbesar

Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum guru ngaji di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah anak didiknya. Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

JENTERANEWS.com– Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Seorang oknum guru mengaji berinisial MF (26), warga Kecamatan Cicurug, diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah murid laki-laki dan perempuan.

Kasus ini mulai terungkap setelah Pemerintah Desa Bangbayang menerima laporan keresahan dari masyarakat pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan terduga pelaku guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Desa Bangbayang, Dadang Suryana, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas begitu menerima laporan warga.

“Informasi awal kami terima pada malam Minggu. Kami langsung mengambil langkah koordinasi dengan pihak kepolisian. Malam itu juga, terduga pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Cicurug, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Sukabumi untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Dadang saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah desa, dugaan aksi bejat tersebut diperkirakan telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun terakhir. Hingga saat ini, teridentifikasi sekitar empat anak yang diduga menjadi korban tindakan asusila tersebut.

Dampak dari kejadian ini cukup serius, di mana salah satu korban dilaporkan mengalami gangguan psikologis akibat trauma yang mendalam.

“Yang saya ketahui sementara ada sekitar empat orang korban. Namun, data ini sifatnya baru sebatas informasi awal di lapangan, bukan pengaduan resmi yang masuk langsung ke saya,” jelas Dadang.

Sebelum penangkapan dilakukan, pemerintah desa telah mengumpulkan unsur kewilayahan mulai dari Ketua RT, RW, hingga aparat keamanan desa untuk memastikan situasi tetap kondusif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke jalur hukum.

Diketahui, MF sehari-harinya beraktivitas sebagai tenaga pengajar di sebuah fasilitas pendidikan swasta di wilayah tersebut. Gedung sekolah itu digunakan secara bergantian; pada pagi hari untuk kegiatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan siangnya untuk Madrasah Diniyah.

Terpisah, Kapolsek Cicurug, Kompol Aah Hermawan, membenarkan adanya pelimpahan perkara tersebut dari wilayah hukumnya. Ia menegaskan bahwa kasus ini membutuhkan penanganan khusus mengingat para korban merupakan anak di bawah umur.

“Benar, kasus tersebut sudah kami limpahkan. Saat ini perkaranya ditangani sepenuhnya oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi. Untuk perkembangan lebih lanjut, silakan dikonfirmasi langsung ke PPA,” ujar Kompol Aah singkat.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di wilayah Sukabumi dan menjadi peringatan keras bagi para orang tua serta lembaga pendidikan untuk lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak.(*)

Laporan: Awang

Editor: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi