JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa malam (5/8/2025) memicu bencana longsor yang merusak satu rumah warga. Satu keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa, termasuk seorang balita, terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22:10 WIB di Kampung Tangkolo Parigi RT 031/012, Desa Kabandungan. Menurut laporan yang dihimpun oleh Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabandungan, hujan dengan intensitas tinggi yang turun terus-menerus menjadi pemicu utama longsornya tebing di belakang rumah milik Bapak Ahyadi (40).
Material longsor langsung menghantam bagian belakang rumah, menjebol dinding kamar dan sontak menimbulkan kepanikan seluruh penghuni.
“Akibat hujan deras yang terus menerus, tembok di bagian kamar mengalami roboh,” demikian kronologi yang dilaporkan oleh petugas di lapangan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Bapak Ahyadi beserta keluarganya—yang terdiri dari dua Kepala Keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa, termasuk seorang balita berusia dua tahun—berhasil menyelamatkan diri sebelum terjadi kerusakan lebih parah.
Saat ini, keluarga tersebut telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk sementara waktu demi keamanan. Rumah mereka tercatat mengalami rusak ringan, namun trauma dan kewaspadaan masih menyelimuti keluarga korban.
Menindaklanjuti laporan, tim gabungan dari TAGANA dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) segera meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan.
Upaya penanganan langsung dikoordinasikan dengan berbagai instansi terkait, di antaranya Pemerintah Desa Kabandungan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak Kecamatan Kabandungan, Satpol PP, hingga Tim Kesehatan Masyarakat Bergerak (Kesmatra) dari Puskesmas setempat.
Berdasarkan laporan terkini pada Rabu pagi (6/8/2025) pukul 09:00 WIB, tim di lapangan yang dikoordinatori oleh Nurdin Shopian dan Anton Mulyadi dari TAGANA Kabandungan menyatakan bahwa keluarga terdampak sangat membutuhkan bantuan darurat.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah perlengkapan logistik, kasur, selimut, matras, makanan siap saji, serta perlengkapan makan, anak-anak, dan keluarga (foodware, kidsware, family kits),” ujar Nurdin Shopian dalam laporannya.
Hingga berita ini diturunkan, bantuan logistik untuk para korban masih dalam proses koordinasi dan diharapkan dapat segera didistribusikan untuk meringankan beban keluarga Bapak Ahyadi.
Kor: Fajar
Redaktur : Hamjah















