JENTERANEWS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana daerah. Langkah konkret ini terlihat saat Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Mansurudin, A.Md., turun langsung ke lokasi bencana longsor di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, pada Selasa (20/1).
Kunjungan kerja mendadak ini dilakukan bersinergi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, serta didampingi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kehadiran legislator di lapangan bertujuan memastikan respons tanggap darurat berjalan efektif dan bantuan infrastruktur darurat segera terealisasi.
Dalam peninjauan tersebut, Mansurudin menegaskan bahwa DPRD tidak akan membiarkan penanganan pascabencana berjalan lambat. Menurutnya, kehadiran fisik anggota dewan di lokasi adalah bentuk validasi bahwa aspirasi dan keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“DPRD Kabupaten Sukabumi terus mendorong agar penanganan bencana tidak berlarut-larut. Kecepatan dan ketepatan adalah kunci. Alhamdulillah, hari ini kami pastikan bantuan bronjong sudah mulai direalisasikan sebagai langkah awal pengamanan wilayah rawan longsor,” tegas Mansurudin di sela-sela peninjauan.
Lebih lanjut, Mansurudin menyoroti pentingnya kolaborasi solid antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai, sinergi ini krusial untuk memangkas birokrasi dalam kondisi darurat (emergency), sehingga perlindungan terhadap masyarakat dapat segera diwujudkan tanpa hambatan administratif yang berarti.
Sebagai tindak lanjut dari dorongan legislatif, Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyerahkan bantuan material berupa bronjong kawat. Bantuan ini diproyeksikan untuk memperkuat struktur tanah di bantaran sungai yang mengalami erosi parah.
“Kami datang langsung ke lokasi terdampak dan menyerahkan bronjong untuk penanganan sementara. Fokus utama saat ini adalah memperkuat tebing sungai agar tidak terjadi longsor susulan yang membahayakan permukiman,” ujar Ade Suryaman.
Bencana longsor di Desa Citarik ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan tebing sungai setinggi kurang lebih tujuh meter runtuh, mengancam infrastruktur vital dan keselamatan warga di sekitarnya.
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pihak pemerintah daerah bersama DPRD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengingatkan warga agar selalu waspada dan sigap terhadap kemungkinan bencana susulan,” tambah Ade.
DPRD Kabupaten Sukabumi berharap langkah penanganan awal melalui pemasangan bronjong ini menjadi pembuka bagi upaya mitigasi jangka panjang yang lebih komprehensif. Legislatif berkomitmen akan terus mengawal penganggaran dan pelaksanaan kebijakan penanggulangan bencana agar risiko kerugian materi maupun jiwa dapat diminimalkan di masa mendatang.(*)















