Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Okt 2025 10:15 WIB

Dugaan Wartawan Bodong Resahkan Warga Sukabumi, PWI dan IJTI Minta Polisi Tindak Tegas


					Tampak depan Mapolres Sukabumi. Pihak kepolisian tengah mendalami laporan dari seorang warga terkait dugaan penyalahgunaan profesi wartawan yang meresahkan dan menyebarkan konten tanpa izin. Perbesar

Tampak depan Mapolres Sukabumi. Pihak kepolisian tengah mendalami laporan dari seorang warga terkait dugaan penyalahgunaan profesi wartawan yang meresahkan dan menyebarkan konten tanpa izin.

JENTERANEWS.com – Kasus dugaan penyalahgunaan profesi wartawan kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Seorang warga Kampung Kopeng, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, melaporkan sekelompok orang yang mengaku sebagai wartawan ke Polres Sukabumi. Laporan ini dilayangkan atas dugaan perekaman dan penyebaran video tanpa izin yang dinilai telah mengganggu privasi dan mencemarkan nama baik sebuah yayasan pendidikan.

Insiden ini sontak mendapat perhatian serius dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sukabumi Raya, yang mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku demi menjaga marwah profesi jurnalis.

Korban, Arpi, yang merupakan anak dari Kepala Yayasan MTs dan MI Nurul Ikhlas, mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan para oknum tersebut. Menurutnya, mereka datang ke kediaman orang tuanya tanpa izin dengan dalih meminta klarifikasi terkait insiden di sekolah.

“Saya selaku dari anak pemilik yayasan telah dirugikan oleh sekelompok orang yang datang ke rumah saya mengaku sebagai oknum wartawan,” ungkap Arpi saat memberikan keterangan, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan, persoalan bermula dari dugaan perkelahian antar siswa pada Jumat, 3 Oktober 2025. Masalah tersebut, kata Arpi, sebenarnya telah diselesaikan secara damai melalui mediasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Namun, video proses mediasi itu justru direkam dan kemudian disebarkan tanpa izin.

“Video ini disebarkan oleh oknum yang mengaku wartawan. Mereka juga melakukan perekaman video yang tidak saya izinkan di rumah saya sendiri. Setiap apa yang mereka rekam, baik di Polsek Warungkiara maupun di rumah pribadi saya, tidak pernah ada izin,” tegasnya.

Puncaknya, Arpi terkejut mendapati video tersebut telah viral di media sosial Facebook dan YouTube, padahal masalah internal sekolah sudah tuntas. Kecurigaan semakin menguat ketika ia memeriksa identitas para oknum tersebut.

“Saya meminta tanda pengenal dan mereka menunjukkan ID card. Ternyata setelah saya cek, tidak ada website ataupun media yang mereka sebutkan. Tidak masuk dalam Dewan Pers,” pungkasnya.

Atas dasar itulah, Arpi dan keluarganya secara resmi melaporkan para oknum tersebut ke Polres Sukabumi, berharap ada tindakan hukum yang tegas.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan, menegaskan bahwa wartawan profesional selalu bekerja berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Sangat disayangkan bila ada wartawan yang dalam bekerja tidak berlandaskan aturan tersebut. Itu mencederai marwah profesi,” ujar Mulya Hermawan, Jumat (10/10/2025).

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian untuk membuktikan status para terlapor. “Bila terbukti bukan wartawan, orang itu harus ditindak tegas karena telah mencoreng nama baik profesi jurnalis,” tegasnya.

Senada dengan PWI, Ketua IJTI Sukabumi Raya, Apit Haeruman, menyatakan bahwa fenomena oknum yang mengatasnamakan wartawan telah merusak kredibilitas pers di mata publik. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada.

“Kami di IJTI selalu mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku wartawan tanpa kartu identitas atau surat tugas yang sah. Bila menemukan yang seperti itu, laporkan saja ke pihak berwenang,” ujar Apit.

Apit mengapresiasi langkah kepolisian dalam menindaklanjuti laporan warga. Menurutnya, penegakan hukum ini krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah praktik-praktik yang merusak citra dunia pers. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh insan media untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.(*)

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Soroti Potensi Pemuda, DPRD Sukabumi Dorong GP Ansor Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

8 Februari 2026 - 17:51 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi Masa Khidmat 2025–2029, Sabtu (7/2/2026). Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, menilai momentum ini sebagai titik tolak strategis bagi penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Ramadan 1447 H, BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Terus Berlanjut: Terapkan 4 Mekanisme Khusus

8 Februari 2026 - 15:59 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan pers terkait mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Reses DPRD Kabupaten Sukabumi: Loka Tresnajaya Gagas Digitalisasi UMKM di Manggis Hilir

8 Februari 2026 - 15:28 WIB

H. M. Loka Tresnajaya berdialog dengan warga Desa Benda saat pelaksanaan reses, Rabu (4/2/2026). Legislator Partai Golkar ini mendorong warga untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga ahli memasarkan produk lokal.

PETAKA SENAPAN ANGIN: Bocah 6 Tahun di Sukabumi Kritis Tertembak Ayah Tiri, Polisi Bergerak Cepat

8 Februari 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Atlet Sukabumi Berlaga di Bupati Cup 2026, Asep Japar: Ajang Silaturahmi dan Cetak Bibit Juara

7 Februari 2026 - 17:56 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memberikan sambutan pada acara pembukaan Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 yang diselenggarakan di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/2/2026). Turnamen ini diikuti oleh ratusan atlet sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan prestasi.

Hujan Deras Picu Luapan Air, Pemukiman dan Mushola di Pamuruyan Cibadak Terendam Banjir

7 Februari 2026 - 17:49 WIB

Petugas P2BK Kecamatan Cibadak saat melakukan asesmen di lokasi banjir yang merendam pemukiman warga di Kampung Panagan, Desa Pamuruyan, Sabtu (7/2/2026).
Trending di Sukabumi