JENTERANEWS.com – Ketenangan warga Kampung Cipari, RT 003/001, Dusun Cimerak, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kegemparan pada Senin pagi (2/2/2026). Sesosok kerangka manusia ditemukan di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, tepat saat warga sedang mempersiapkan prosesi pemakaman lain.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kerangka tersebut diyakini sebagai Usup, seorang warga lansia yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sekitar tiga bulan lalu, tepatnya sejak 10 November 2025.
Penemuan bermula sekitar pukul 08.40 WIB. Dua orang warga, Arjun dan Giri (GR), sedang berada di lokasi untuk menebang pohon pisang yang rencananya akan digunakan sebagai penyangga tanah (padung) bagi liang lahat warga yang meninggal dunia hari itu.
Tanpa diduga, di sela-sela rimbunnya pohon pisang, pandangan mereka tertumbuk pada sisa-sisa jasad manusia yang tergeletak di tanah.
“Waktu saya mengambil pohon pisang, saya melihat kerangka manusia. Saya langsung berteriak agar warga lain datang,” ungkap Giri, saksi mata yang pertama kali melihat jasad tersebut.
Teriakan Giri sontak mengundang perhatian warga yang saat itu sedang berkumpul untuk melayat. Temuan ini segera dilaporkan secara berjenjang kepada Kepala Dusun Cimerak, Pemerintah Desa Cihaur, hingga aparat kepolisian sektor (Polsek) Simpenan.
Tidak butuh waktu lama bagi warga untuk mengenali identitas kerangka tersebut. Pihak keluarga, yang diwakili oleh anak kandung korban bernama Dindin, memastikan bahwa jasad itu adalah ayahnya, Usup.
Keyakinan keluarga didasarkan pada ciri-ciri pakaian yang masih melekat utuh pada kerangka, yakni: Baju berwarna abu-abu., Celana pendek berwarna kuning dan Peci hitam yang masih terpasang.
“Baju, celana, dan peci yang ditemukan masih sama seperti pakaian bapak ketika beliau dinyatakan hilang. Dari situ kami yakin itu adalah ayah kami,” ujar Dindin dengan nada haru.
Sekretaris Desa Cihaur, Asep Soleh Syarip Hidayat, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa aparat desa bersama personel Polsek Simpenan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan lokasi.
Asep juga mengonfirmasi bahwa data orang hilang yang diterima pihak desa sebelumnya memiliki kecocokan identik dengan ciri-ciri fisik dan properti yang ditemukan pada kerangka tersebut.
Atas permintaan dan kesepakatan keluarga, jenazah Usup tidak dibawa ke rumah sakit untuk keperluan otopsi. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk segera memakamkan jenazah di pemakaman setempat.(*)















