Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Des 2025 09:19 WIB

Genjot PAD Lewat Sektor Peternakan, Pemkot Sukabumi Kebut Pembahasan Raperda


					Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana (kiri) bersama Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda dan jajaran pimpinan DPRD memperlihatkan dokumen Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Sukabumi. Regulasi ini ditargetkan rampung tahun ini guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perbesar

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana (kiri) bersama Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda dan jajaran pimpinan DPRD memperlihatkan dokumen Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Sukabumi. Regulasi ini ditargetkan rampung tahun ini guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menunjukkan langkah agresif dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kali ini, sektor peternakan menjadi bidikan utama melalui penyusunan regulasi yang komprehensif. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang digelar di Gedung DPRD Kota Sukabumi, kemarin.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam keterangannya menekankan bahwa optimalisasi sektor peternakan bukan tanpa kendala. Isu ketersediaan lahan menjadi sorotan utama yang membutuhkan strategi khusus dan sinergi lintas sektoral.

“Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama. Karena itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk menyiapkan lahan serta merumuskan pola pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Bobby di hadapan peserta sidang.

Bobby optimistis, kehadiran payung hukum berupa Perda ini nantinya akan memberikan efek ganda (multiplier effect). Selain menata teknis peternakan, regulasi ini diproyeksikan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Potensi pendapatan baru dapat digali melalui retribusi jasa, sewa lahan, hingga aktivitas transaksi komoditas peternakan yang lebih teratur.

Guna mematangkan substansi regulasi tersebut, Bobby menyebutkan bahwa pembahasan akan diperdalam melalui mekanisme Panitia Khusus (Pansus). “Raperda ini memang memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pansus agar implementasinya nanti tepat sasaran,” tegasnya.

Senada dengan eksekutif, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menyatakan dukungan penuh parlemen terhadap Raperda ini. Meski saat ini masih berada pada tahap pembicaraan tingkat pertama, Wawan mengungkapkan bahwa seluruh fraksi di DPRD telah memberikan apresiasi positif.

“Meskipun belum disahkan, seluruh fraksi menilai Raperda ini sangat diperlukan masyarakat dan layak diprioritaskan,” tutur Wawan.

Wawan menjelaskan, urgensi regulasi ini sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu. Namun, pembahasan sempat tertunda karena Naskah Akademik (NA) yang menjadi landasan teoritis belum rampung. Dengan selesainya penyusunan NA tersebut, DPRD kini menargetkan akselerasi pembahasan.

“Naskah akademik kini sudah siap. Kami akan segera membentuk pansus dan mengupayakan proses pembahasan Raperda ini selesai tahun ini juga,” pungkas Wawan.(*)


Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi