Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 27 Jul 2025 13:10 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi dan Wali Kota Ayep Zaki Pimpin Langsung “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga”, Gabungkan Layanan Cepat dan Pesta Budaya.


					Ribuan warga memadati Lapang Merdeka Kota Sukabumi dalam acara Perbesar

Ribuan warga memadati Lapang Merdeka Kota Sukabumi dalam acara "Abdi Nagri Nganjang Ka Warga", Sabtu (26/7/2025). Acara ini berhasil memadukan pelayanan publik, dialog langsung dengan pemimpin, dan hiburan budaya dalam satu lokasi.

JENTERANEWS.com – Lapang Merdeka Kota Sukabumi berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (26/7/2025). Ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah dalam acara “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga”, sebuah inisiatif kolaboratif yang langka antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Sukabumi. Acara ini berhasil meruntuhkan sekat birokrasi, membawa layanan publik langsung ke genggaman rakyat, dibalut dalam kemeriahan pesta budaya yang hangat.

Di tengah kerumunan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, tak canggung berbaur dan menyapa warga. Kehadiran lengkap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para sesepuh, tokoh agama, hingga pegiat seni lokal menunjukkan sinergi yang solid untuk satu tujuan: melayani.

Wali Kota Ayep Zaki, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Kota Sukabumi sebagai tuan rumah edisi ke-17. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah wujud nyata transformasi pelayanan publik yang responsif.

“Ini bukan sekadar seremonial. Melalui pendekatan budaya dan layanan langsung di tengah warga, kami berupaya membangun rasa percaya serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Ayep Zaki. Baginya, ini adalah cara pemerintah “mengetuk pintu” hati warganya secara langsung.

Panggung utama tak henti menyuguhkan pertunjukan seni khas Jawa Barat yang memukau, sementara di sekelilingnya, lebih dari 50 stan pelayanan “diserbu” warga. Mulai dari layanan administrasi kependudukan yang cepat, konsultasi kesehatan gratis, bantuan hukum, ketenagakerjaan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM, semua tersedia dalam satu lokasi. Konsep “jemput bola” ini memangkas jarak dan waktu yang biasanya harus ditempuh warga.

Gubernur Dedi Mulyadi, dalam orasinya yang berapi-api, menekankan esensi kepemimpinan yang melayani.

“Pemimpin itu bukan hanya duduk di kantor, tapi juga harus turun, mendengar, dan bergerak bersama rakyat,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh dari warga.

Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan memastikan kue pembangunan dirasakan oleh semua. Sebagai bukti nyata komitmennya, Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan rehabilitasi untuk pasar rakyat serta santunan sosial bagi warga Sukabumi yang membutuhkan.

Antusiasme warga tak terbendung. Wajah-wajah ceria dan penuh syukur terlihat di setiap sudut lapangan.

“Baru kali ini bisa mengurus surat-surat sambil nonton hiburan dan ketemu langsung sama Pak Gubernur,” celetuk Asep, seorang warga Cikole, sambil tertawa. “Rasanya pemerintah benar-benar hadir, tidak ada jarak. Kami merasa dihargai,” timpal seorang ibu yang baru saja mendapatkan konsultasi usaha gratis.

“Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” di Sukabumi bukan sekadar acara satu hari. Ia menjadi penegasan bahwa pemerintah bisa bekerja dengan cara yang lebih humanis, partisipatif, dan menyenangkan. Sukabumi telah membuktikan diri, bukan hanya sebagai tuan rumah yang baik, tetapi sebagai kota yang semangat pelayanannya terus menyala, mendekatkan harapan rakyat dengan kenyataan.(*)


Kor : Aab

Redaktur: Hamjah 


 

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Beraksi di 12 TKP, Sindikat Penipuan dan Penggelapan Motor di Sukabumi Diringkus Sat Reskrim

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Terduga pelaku utama kasus penipuan dan penggelapan motor berinisial AS (tengah, berbaju oranye) saat digiring oleh petugas Unit 1 Jatanras Sat Reskrim di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berujung Luka Sayat di Wajah, Duel ‘Ketersinggungan’ di Ciandam Sukabumi Berakhir di Jeruji Besi

13 Januari 2026 - 12:41 WIB

Terduga pelaku penganiayaan berinisial YH (kiri) saat menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Mapolsek Cibeureum, Kota Sukabumi, usai ditangkap akibat melukai korban dengan senjata tajam.

Diduga Lecehkan Santri Sejak Setahun Terakhir, Oknum Guru Ngaji di Cicurug Diamankan Polisi

13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum guru ngaji di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah anak didiknya. Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

Hujan Deras Guyur Sagaranten, Pohon Jati 15 Meter Tumbang Timpa Rumah Warga di Pasanggrahan

13 Januari 2026 - 12:21 WIB

Kondisi rumah milik Enep (53) di Kampung Cimangir, Desa Pasanggrahan, yang tertimpa pohon jati usai hujan deras mengguyur wilayah Sagaranten, Selasa (13/1/2026).

Soroti Jalan Rusak hingga Dugaan Kerugian Rp27 Miliar, BEM PTNU Sukabumi Raya Geruduk Kantor Dinas BMPR Jabar

13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Rakyat Bayar Pajak, Pemerintah Mana Tanggung Jawab?", demikian bunyi poster yang dibawa salah satu peserta aksi BEM PTNU Sukabumi Raya di depan Kantor Dinas BMPR Jabar Wilayah II, Sukabumi, Senin (12/1/2025). Aksi ini merupakan buntut kekecewaan masyarakat atas buruknya tata kelola dan pemeliharaan jalan provinsi.

Rumah Semi Permanen di Kabandungan Ambruk, 10 Jiwa Terdampak Butuh Bantuan Mendesak

12 Januari 2026 - 18:48 WIB

Tampak bangunan rumah semi permanen milik Bapak Darma di Kampung Lemah Duhur, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, yang ambruk pada bagian atap dan dinding, Senin (12/1/2026). Sebanyak 10 jiwa terdampak akibat kejadian ini.
Trending di Sukabumi