Menu

Mode Gelap

News · 22 Nov 2022 20:39 WIB

Jokowi Tinjau Gempa di Cianjur, Sampaikan Duka Cita dan Instruksikan Penanganan Korban


					Presiden Jokowi saat kunjungi korban bencana gempa bumi di Cianjur. Selasa (22/11/2022) Perbesar

Presiden Jokowi saat kunjungi korban bencana gempa bumi di Cianjur. Selasa (22/11/2022)

JENTERANEWS.com –  Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 22 November 2022. Lokasi pertama yang ditinjau Presiden adalah jalan raya Cibeureum, penghubung wilayah Bogor-Cianjur di Kecamatan Cugenang yang sempat tertimbun longsor, namun kini telah dapat dilalui kendaraan.

Dalam keterangannya usai peninjauan, Kepala Negara menyampaikan ucapan duka cita atas musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11) kemarin.

“Pertama-tama atas nama pribadi, atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam, belasungkawa atas terjadinya musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” ucap Jokowi.

Baca Juga:   Saluran Irigasi di Desa Cimenteng Ambruk Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Tanam

Presiden Jokowi menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja sama dalam membantu penanganan pascagempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Mulai dari pembukaan akses yang terkena longsor hingga evakuasi dan penyelamatan korban-korban yang masih tertimbun longsor.

“Akses jalan yang kemarin tertimbun, tadi pagi sudah bisa dibuka, alhamdulillah. Dan ini nanti akan dilanjutkan dengan kecepatan dalam penanganan terutama penyelamatan evakuasi untuk yang masih tertimbun,” ungkapnya.

Baca Juga:   Baznas Jabar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah se-Jawa Barat Tahun 1443 H/2022 M

Selain itu, Presiden Jokowi, juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut terdiri atas Rp50 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, Rp25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp10 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan.

“Tetapi yang paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang anti gempa oleh Menteri PUPR. Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan, sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk rumah yang anti gempa,” ujar Presiden.

Baca Juga:   Gagal Rujuk, RN Mencoba Bunuh Diri, Untung Diselamatkan Warga

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala BNPB, Suharyanto, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Cianjur, Herman Suherman.***

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Breaking News! Gempa Bumi M 5,8 Guncang Sukabumi BMKG “Tidak Berpotensi TSUNAMI”

8 Desember 2022 - 08:36 WIB

Breaking News! Gempa Bumi M 5,8 Guncang Sukabumi BMKG "Tidak Berpotensi TSUNAMI"

Delapan Kelurahan Deklarasi Stop BABS , FaHmi Targetkan 2023 Tuntas ODF di Kota Sukabumi

8 Desember 2022 - 06:33 WIB

Delapan Kelurahan Deklarasi Stop BABS , FaHmi Targetkan 2023 Tuntas ODF di Kota Sukabumi

Dikabarkan Hilang Pira Asal Garut Ditemukan di Pantai Muara Cibuni Tegalbuleud

7 Desember 2022 - 20:38 WIB

Dikabarkan Hilang Pira Asal Garut Ditemukan di Gubuk Pantai Muara Cibuni

Polres Sukabumi Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung

7 Desember 2022 - 17:59 WIB

Polres Sukabumi Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung

Ops Pekat Lodaya, Polsek Jampang Tengah Sita Miras dan Knalpot Bising

7 Desember 2022 - 14:12 WIB

Ops Pekat Lodaya, Polsek Jampang Tengah Sita Miras dan Knalpot Bising

Polisi Pastikan Perbaikan Alat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Palabuhanratu Berjalan Baik

6 Desember 2022 - 20:13 WIB

Polisi Pastikan Perbaikan Alat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Palabuhanratu Berjalan Baik
Trending di News
error: Content is protected !!