Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Jul 2025 20:16 WIB

Kampung Melon Sukajaya Curi Perhatian, Bupati Asep Japar: “Luar Biasa, Ini Bisa Jadi Kebanggaan Sukabumi!”


					Bupati Sukabumi, Asep Japar, menunjukkan melon premium varietas Inthanon saat berkunjung ke agrowisata Kampung Melon Sukajaya, Sabtu (5/7/2025). Bupati mengaku terpukau dengan rasa manis dan segar dari melon yang dikembangkan dengan teknologi pertanian modern ini. Perbesar

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menunjukkan melon premium varietas Inthanon saat berkunjung ke agrowisata Kampung Melon Sukajaya, Sabtu (5/7/2025). Bupati mengaku terpukau dengan rasa manis dan segar dari melon yang dikembangkan dengan teknologi pertanian modern ini.

JENTERANEWS.com – Sebuah inovasi agrowisata di Kampung Subang Kulon, Desa Sukajaya, Kabupaten Sukabumi, sukses mencuri perhatian Bupati Sukabumi, Asep Japar. Di lokasi yang kini populer dengan sebutan Kampung Melon Sukajaya itu, Bupati mencicipi langsung dua varietas melon premium, Inthanon dan Fujisawa, dan mengaku terpukau dengan cita rasanya.

“Rasanya manis dan segar, ini luar biasa. Saya baru merasakan jenis melon seperti ini, dan saya yakin ini bisa menjadi buah kebanggaan Sukabumi,” ujar Bupati Asep Japar dengan antusias usai melakukan peninjauan pada Sabtu (5/7/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela kehadirannya dalam acara Milangkala (Hari Jadi) Desa Sukajaya ke-41. Kawasan agrowisata ini merupakan buah kolaborasi antara BUMDes Terus Jaya Sehat dengan Hasil Sayur Indonesia, yang mengusung konsep ambisius: “Menata Peradaban Pertanian”.

Melihat potensi besar yang ada, Bupati Asep Japar optimis bahwa melon premium ini dapat mendongkrak perekonomian lokal. Ia mendorong agar produk ini tidak hanya berhenti di kebun, tetapi juga merambah pasar yang lebih luas.

“Harapannya bisa dikembangkan dan dipasarkan di kafe-kafe hingga gerai UKM,” tuturnya. Ia pun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh. “Saya harap dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian, dapat memberikan dukungan konkret kepada para petani dan kelompok tani agar pengembangan ini terus berlanjut dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di balik keberhasilan Kampung Melon Sukajaya, ada peran penting Kepala Desa Deden Gunaefi dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Khalid. Keduanya bertekad menjadikan pertanian sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian, yang sejak lama telah menjadi tulang punggung desa,” ungkap Deden Gunaefi.

Ia menceritakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari keahlian Khalid, seorang sarjana pertanian yang tak ragu menimba ilmu hingga ke China dan Jepang untuk mempelajari teknik pertanian modern. “Sejak awal, saya dibantu oleh Ketua Gapoktan, Pak Khalid, yang memiliki wawasan dan pengalaman luas,” tambah Deden.

Ketua Gapoktan, Khalid, menjelaskan bahwa model bisnis yang diterapkan adalah agrowisata, di mana pengunjung dapat merasakan sensasi memetik melon segar langsung dari pohonnya.

“Pengunjung bisa memetik sendiri melon langsung dari kebunnya. Harga melon per kilogram di sini mencapai Rp30.000, bahkan memiliki potensi nilai jual hingga Rp70.000 jika sudah masuk ke pasaran di luar kota,” ungkap Khalid.

Meski menunjukkan potensi emas, para petani di Desa Sukajaya yang tergabung dalam sembilan kelompok tani aktif masih menghadapi tantangan klasik. Dua masalah utama yang mendesak adalah pengadaan pupuk dan akses air.

Salah satu hambatan utama adalah sistem distribusi pupuk bersubsidi. Menurut mereka, sistem yang masih mengandalkan Kartu Tani menjadi kendala karena belum semua petani kecil memilikinya. Tantangan ini diharapkan dapat segera dicarikan solusinya, seiring dengan instruksi Bupati kepada dinas terkait untuk memberikan dukungan nyata di lapangan.(*)


Kor : Rpk

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 114 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Sukabumi: Sengketa Lahan Parkir Berujung Pembacokan, Lima Warga Terluka Parah

10 Maret 2026 - 20:49 WIB

suasana di area parkir minimarket Indomaret dan sekitarnya di Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, pada Selasa (10/3/2026). Area ini menjadi lokasi penyerangan brutal sekelompok pria bermotor terhadap juru parkir dan warga pada hari Senin sebelumnya. Sebuah angkutan kota (angkot) merah dan kios pedagang kaki lima (PKL) tampak di pinggir jalan, di mana beberapa orang biasanya berkumpul. Pasca-kejadian, lokasi ini masih menjadi sorotan setelah lima orang dilaporkan terluka akibat pembacokan.

Hujan Deras Terjang Sukabumi, TPT dan MCK Masjid Alpurqon Gunungguruh Hancur Digerus Longsor

9 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kondisi mengenaskan di lokasi longsor yang menghancurkan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan MCK Masjid Alpurqon di Kampung Kubang Jaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi. Terlihat puing-puing material bangunan yang hancur total memenuhi kaki tebing yang longsor.

Wabup Sukabumi Instruksikan Seluruh Lini Siaga Penuh dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Rekonfu, Polres Sukabumi Kota, Senin (09/03/2026).

Jelang Idulfitri 1447 H, Bupati Sukabumi Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh dan Pantau Harga Bahan Pokok

9 Maret 2026 - 19:29 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (kanan) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi (kiri) menunjukkan naskah Perjanjian Kerja Sama (MoU) di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)

Sukses Digelar Sepekan, Bazar Kuliner Ramadan Sukabumi Catat Omzet Rp211 Juta, Wabup: Bukti Geliat Positif Ekonomi UMKM

8 Maret 2026 - 20:20 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah, berkemeja batik), berfoto bersama sejumlah pelaku UMKM dan jajaran pejabat daerah usai penyerahan hadiah pada penutupan Bazar Cullinary Ramadhan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Cisaat, Minggu (8/3/2026).

Bantah Narasi Keliru, Seskab Teddy Tegaskan Program Makan Bergizi Tak Gerus Anggaran Pendidikan

8 Maret 2026 - 19:51 WIB

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers guna meluruskan narasi yang keliru terkait program makan bergizi gratis.
Trending di Sukabumi