JENTERANEWS.com – Nasib memilukan dialami oleh keluarga Mulyadi (45), warga Kampung Tonjong, RT 02, RW 02, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Mulyadi hanya bisa mengusap lusuhnya keringat di wajanya, melihat kondisi rumah semi permanenny telah rata dengan tanah dan hanya menyisakan bongkahan kayu sisa pembakaran.
Peristiwa kebakaran yang menimpa rumah keluarga Mulyadi terjadi Rabu (19/7/2023) sekitar pukul 05.30 tadi.
Bangunan rumah semipermanen dengan luasan sekitar 600 meter persegi tersebut dihuni oleh 40 orang dengan jumlah 12 keluarga (KK). Rumah tersebut dibagi 10 sekat ruangan.
Sebagian rumahnya yang hangus terbakar dengan luasan sekitar 23×8 meter persegi dihuni oleh 25 jiwa dengan jumlah 7 KK.
Mulyadi menceritakan kebakaran yang menghanguskan rumahnya, bermula dirinya akan mengambil golok ke dapur.
Kaget tiada terkira Mulyadi langsung panik bagaimana menyelamatkan rumahnya dengan kondisi api sudah membesar di atap rumahnya.
“Pertamanya saya kan mau berangkat kerja, mau ngambil dulu golok ke dapur, lihat ke atas (atap rumah) teh api udah besar aja, itu jam setengah 5 pagi,” ujarnya.
Mulyadi berteriak sambil menyelamatkan kaluarganya meminta tolong kepada tetangga di sekitarnya untuk memadamkan api dari atap rumahnya yang timbul diduga adanya konsleting listrik.
“Saya langsung lari teriak minta tolong ke warga, manual aja (pemadaman) pakai ember sama warga di sini, kira-kira ada satu jam setengah (proses pemadaman api),” ucapya.
Kondisi api semakin membesar, hingga akhirnya bagian rumah yang dihuni 7 KK itu pun hangus terbakar.
“Kalau petuas ada yang datang dari BPDB, bawa alat juga penyedot air, kan ini untungnya deket dari sungai (Cisuda) irigasi, jadi ngambil air dari situ, tapi keadaan rumah sudah ambruk,” tutupnya.
Mulyadi bersama 7 KK kini menempati ruangan sekat bersama keluarga lainnya yang menyisakan empat sekat ruangan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Novian Rahmat Taufik, mengatakan dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau luka.
Sejumlah barang elektronik, perabotan rumah tangga hingga dokumen penting keluarga ludes terbakar.
“Lebih detil barang yang terbakar yaitu 2 unit motor, 1 unit chainshaw, 14 unit Hp, 3 unit tv, 2 unit kulkas, 1 set alat musik gendang, 2 tabung gas, peralatan elektronik, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan aset keluarga (surat-surat). Adapun total kerugian masih dalam tahap penghitungan,” kata Novian. (*)















