JENTERANEWS.com – Sebuah keluarga di Kampung Girimukti, Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumah mereka ludes dilalap si jago merah pada Kamis (24/7/2025) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh harta benda hangus tak tersisa.
Peristiwa naas yang menimpa rumah milik Ibu Aat (43 tahun) ini terjadi sekitar pukul 02:10 WIB. Menurut laporan yang dihimpun oleh tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabandungan, Nurdin Shopian dan Anton Mulyadi, api pertama kali diketahui oleh tetangga korban.
“Kronologi bermula ketika seorang saksi, Ibu Cicoh, terbangun karena mendengar suara gemuruh yang ia duga adalah hujan lebat,” ungkap Nurdin dalam laporannya. “Namun, saat keluar rumah, ia terkejut melihat api sudah berkobar hebat melahap rumah Ibu Aat.”
Melihat api yang sudah membesar, Ibu Cicoh sontak berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Sayangnya, api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung berukuran 6×5 meter tersebut. Akibatnya, dua Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari tujuh jiwa kehilangan tempat tinggal dan tak satu pun barang berharga yang berhasil diselamatkan.
Tim Reaksi Cepat dari TAGANA dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang tiba di lokasi segera melakukan asesmen. “Dampak dari kebakaran ini adalah satu unit rumah rusak berat. Total terdampak sebanyak 2 KK atau 7 jiwa,” tambah Anton Mulyadi.
Saat ini, Ibu Aat beserta keluarganya terpaksa mengungsi sementara di kediaman kerabatnya. Berbagai pihak telah melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut, di antaranya Pemerintah Desa Cihamerang, BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak kecamatan, Satpol PP, KSB, hingga tim Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas setempat.
Meskipun bantuan logistik belum didistribusikan, kebutuhan mendesak bagi para korban sudah teridentifikasi. “Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah perlengkapan logistik dan permakanan (PLP), kasur, selimut, matras, makanan siap saji, serta perlengkapan makan dan keluarga (foodware, kids ware, family kits),” tutup laporan tersebut.
Pihak berwenang terus berupaya mengumpulkan data dan mengkoordinasikan penyaluran bantuan untuk meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Mia















