JENTERANEW.com – Markas Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, dipenuhi riuh tawa dan antusiasme puluhan anak usia dini. Pemandangan ini menjadi bagian dari program edukasi inovatif yang digagas untuk mengenalkan profesi pemadam kebakaran kepada para pelajar, khususnya dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Salah satu lembaga yang baru-baru ini berkunjung adalah PAUD Mawar 2 dari Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten. Kunjungan ini dirancang dengan konsep belajar sambil bermain, memastikan anak-anak dapat menyerap informasi penting dengan cara yang menyenangkan.
Komandan Peleton (Danton) Pos Damkar Sektor Sagaranten, Supyadin, menyatakan bahwa program edukasi dengan tema utama “Profesi Pemadam” ini mendapat sambutan luar biasa dari lembaga pendidikan di wilayahnya.
“Program edukasi ini sangat diminati, terutama oleh siswa TK dan PAUD. Dalam sebulan, kami bisa menerima beberapa kali kunjungan. Ini adalah cara kami untuk menanamkan kesadaran dan pengetahuan sejak dini,” terang Supyadin Kamis (21/8/2025).
Dalam setiap sesi kunjungan, para siswa tidak hanya mendengarkan paparan tentang sejarah dan tugas mulia seorang pemadam kebakaran. Mereka juga diajak untuk melihat dan menyentuh langsung seluruh armada dan peralatan yang menjadi “senjata” petugas dalam bertugas. Mulai dari pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan, kendaraan taktis, hingga berbagai jenis selang dan nosel.
“Edukasi yang kami berikan mencakup sejarah Damkar, tugas utama pemadaman dan penyelamatan, hingga pengenalan detail kendaraan dan peralatan. Puncaknya, kami ajak mereka praktik langsung melakukan penyemprotan air ke target, tentunya dengan pendampingan penuh,” jelas Supyadin.
Program ini terbukti efektif menarik perhatian anak-anak, mengubah rasa takut terhadap api menjadi rasa ingin tahu dan kewaspadaan.
Tidak hanya berfokus pada siswa, program ini juga menyasar para orang tua yang mendampingi. Kesempatan tersebut dimanfaatkan petugas untuk memberikan edukasi praktis yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti cara yang benar dan aman untuk menanggulangi kebocoran tabung gas LPG di rumah.
Melalui program komprehensif ini, Supyadin berharap ada dampak jangka panjang yang tercipta. Pertama, siswa dapat mengenal lebih dalam profesi dan tugas Damkar. Kedua, baik siswa maupun orang tua menjadi tahu nomor darurat yang harus dihubungi saat terjadi kebakaran.
“Kami juga berharap masyarakat, termasuk anak-anak, semakin sadar untuk memberikan prioritas bagi kendaraan Damkar di jalan raya. Namun yang terpenting, semoga anak-anak sadar akan bahaya kebakaran dan tahu bagaimana harus bersikap,” pungkasnya.(*)
Editor : Hamjah















