JENTERANEWS.com – Sebuah peristiwa kebakaran hebat melanda kandang ayam potong di Kampung Cipeuncit Sukamantri, RT 02/RW 04, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (5/11) malam. Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan kerugian material yang sangat besar, dengan taksiran kerugian mencapai Rp600 juta.
Danpos Damkar Cikembar, Yadi Suryadi, menjelaskan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 23.30 WIB. Laporan mengenai musibah ini diterima lima menit kemudian dari P2BK Cikembar, yang segera direspons dengan pengerahan satu unit mobil pemadam dari Pos VIII Cikembar.
“Satu unit mobil pemadam dari Pos VIII Cikembar langsung dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 23.50 WIB. Pemadaman berlangsung selama 4 jam 20 menit, hingga api dinyatakan padam total pukul 03.30 WIB,” ujar Yadi pada Kamis (6/11).
Kebakaran melalap habis seluruh bangunan kandang yang berukuran 10 x 80 meter persegi. Material bangunan yang mudah terbakar menjadi faktor utama cepatnya api menjalar.
- Korban Jiwa: Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang menimpa warga atau petugas.
- Ayam Mati: Sayangnya, sekitar 20 ribu ekor ayam potong tewas terpanggang.
- Kerugian Fasilitas: Selain ayam, alat-alat kandang juga ikut terbakar, dengan taksiran kerugian fasilitas mencapai Rp230 juta.
Meskipun api menghanguskan keseluruhan bangunan, upaya sigap petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan sebagian aset, dengan persentase penanganan diklaim mencapai 92 persen.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengerikan ini diungkapkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Cikembar, Andi.
“Berdasarkan asesmen di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas di lokasi kandang. Material kandang yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar dan menghanguskan seluruh bangunan,” kata Andi.
Menyikapi insiden ini, pihak Pemadam Kebakaran mengimbau kepada seluruh pemilik usaha, terutama yang memiliki risiko tinggi kebakaran, agar secara rutin dan berkala memeriksa instalasi listrik serta peralatan berisiko lainnya guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Reporter : Awang
Editor : Hamjah















