JENTERANEWS.com – Angin segar berembus bagi para petani di pesisir selatan Jawa Barat. Di tengah teriknya matahari, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan proyek pengairan pertanian yang monumental di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/7). Proyek ini menjadi langkah strategis untuk mengubah lahan tadah hujan yang sering kali tidak produktif menjadi sawah irigasi yang subur, sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Peresmian yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan penekanan tombol sirine secara simbolis oleh KASAD, didampingi oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. Momen tersebut disaksikan oleh lebih dari seribu orang yang terdiri dari pejabat tinggi TNI AD, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang menaruh harapan besar pada proyek ini.
Proyek pengairan di Sukabumi ini akan mengairi lahan seluas 424 hektar. Ini merupakan bagian dari program besar di Jawa Barat yang mencakup total 5.495 hektar lahan pertanian di 53 titik strategis. Tujuannya jelas: meningkatkan indeks tanam dan produktivitas padi untuk mendukung swasembada pangan.
Dalam sambutannya yang berapi-api, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memberdayakan petani.
“Proyek ini bukan sekadar membangun saluran air dan mengairi sawah. Ini adalah wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk meneguhkan kedaulatan pangan kita,” ujar Jenderal Maruli. Ia juga menekankan peran krusial Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai garda terdepan yang akan terus mendampingi, mengawal, dan memastikan program ini berjalan sukses hingga ke tingkat petani.
Senada dengan KASAD, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut inisiatif ini dengan optimisme tinggi. Ia bahkan menetapkan target yang ambisius untuk sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami bertekad, dalam dua tahun ke depan tidak ada lagi istilah sawah tadah hujan di Jawa Barat. Air harus mengalir sepanjang tahun,” tegas Gubernur Dedi Mulyadi. “Melalui kolaborasi dengan TNI, kami juga akan membangun 1.000 titik sumber air bersih dan memperbaiki infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi hasil panen.”
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan langsung, dalam kesempatan tersebut KASAD secara simbolis menyerahkan 500 paket bantuan sosial berupa sembako kepada perwakilan masyarakat kurang mampu dan kelompok tani. Tidak ketinggalan, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan bantuan insentif sebesar Rp 20 juta bagi para Babinsa sebagai suntikan semangat untuk mengawasi keberlangsungan proyek pengairan selama satu tahun ke depan.
Acara yang ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah ini bukan menjadi akhir, melainkan titik awal dari sebuah lompatan besar. Peresmian proyek pengairan di Ciracap menjadi tonggak sejarah penting dalam percepatan pembangunan sektor pertanian yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah selatan Jawa Barat yang memiliki potensi luar biasa.(*)
Reporter: Mardi
Redaktur: Mia Hamjani















