JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (7/7/2025) malam memicu bencana longsor di Kampung Cilelegan RT 004/002, Desa Cihamerang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut mengancam dua rumah warga dan berdampak pada 10 jiwa dari tiga kepala keluarga (KK).
Menurut laporan dari anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Kabandungan, Nurdin, longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur area tersebut sejak pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB. “Tebing di pekarangan rumah warga tidak kuat menahan derasnya air hujan sehingga longsor dan menimpa area pekarangan, serta mengancam langsung bangunan rumah,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dua rumah yang terancam adalah milik Bapak Nurdin (68) yang dihuni oleh dua KK atau lima jiwa, dan rumah Bapak Acun (43) yang dihuni oleh satu KK atau lima jiwa. Berdasarkan data di lapangan, total tiga KK dengan sepuluh jiwa terdampak langsung oleh kejadian ini. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut, kondisi rumah yang terancam membuat warga was-was.
Data dampak yang dihimpun mencatat satu unit rumah terancam, sementara rincian kerusakan pada bangunan lainnya masih dalam proses asesmen lebih lanjut oleh tim gabungan.
“Pasca kejadian, kami dari TAGANA bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat dan memastikan keamanan warga,” jelas Nurdin.
Tim gabungan dari berbagai instansi telah berkoordinasi untuk penanganan darurat. Terpantau di lapangan, personel dari Muspika Kabandungan, P2BK BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Tim Kesehatan Puskesmas Kabandungan turut serta dalam penanganan awal.
Rekan Nurdin sesama anggota TAGANA, Anton, menambahkan bahwa hingga saat ini bantuan untuk para korban belum didistribusikan. Namun, kebutuhan mendesak sangat diperlukan untuk meringankan beban warga terdampak.
“Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tenda gulung atau terpal untuk menutupi area longsoran agar tidak meluas, paket sembako, selimut, karpet, family kits, dan peralatan makan,” ungkap Anton.
Saat ini, pihak berwenang masih bersiaga di lokasi untuk memantau potensi longsor susulan dan merencanakan langkah-langkah penanganan selanjutnya bagi keluarga yang terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi di wilayah Sukabumi.(*)
Kor : Fajar
Redaktur Hamjah















