JENTERANEWS.com – Nasib tragis menimpa Muhammad Bagus Saputra, seorang warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Setelah sempat terputus kontak, Bagus yang semula bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kini terdeteksi berada di Kamboja, jauh dari impiannya mengarungi lautan.
Kisah memilukan yang menimpa Bagus, warga Jalan Amubawa Sasana, RT 05/01, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole ini, mulai terkuak berdasarkan informasi dari pihak keluarga. Menurut penuturan mereka, Bagus awalnya direkrut untuk bekerja di sebuah kapal. Namun, di tengah perjalanan, ia diturunkan secara sepihak oleh kapten kapal di China.
Sejak saat itu, Bagus diduga jatuh ke dalam cengkeraman jaringan perdagangan manusia internasional. Ia diperjualbelikan secara ilegal hingga akhirnya terdampar di Kamboja, sebuah modus yang kerap menjerat para pekerja migran yang rentan.
Kabar ini sontak membuat Pemerintah Kota Sukabumi bergerak cepat. Sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengunjungi langsung kediaman keluarga korban. Dalam kunjungannya, Ayep memberikan dukungan moral dan memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Ayep menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan berbagai lembaga di tingkat pusat untuk mempercepat proses pemulangan.
“Kami sudah melaporkan ke Kementerian Luar Negeri, termasuk ke DPR RI. Sudah ada perhatian. Insya Allah, dengan Dinas Tenaga Kerja, kami lakukan berbagai upaya,” kata Ayep saat dikonfirmasi pada Jumat (4/7).
Langkah koordinasi ini merupakan prosedur krusial dalam penanganan kasus TPPO lintas negara, yang melibatkan diplomasi antarnegara dan penegakan hukum internasional. Pemerintah Kota Sukabumi berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, nasib Muhammad Bagus Saputra dapat segera ditangani dan ia bisa kembali ke tanah air dengan selamat.
Di tengah upaya birokrasi dan diplomasi yang sedang berjalan, Ayep Zaki juga memohon dukungan spiritual dari seluruh masyarakat.
“Kami meminta doa dari masyarakat Kota Sukabumi agar korban bisa dipulangkan dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” pungkas Ayep, menyiratkan harapan besar agar warganya dapat segera terbebas dari jerat sindikat perdagangan orang.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah















