JENTERANEWS.com – Puluhan aktivis lingkungan dan sejumlah pejabat daerah berkumpul di area Kosim Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (31/05/25), untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 PAKSI EXTRASS. Acara milad kali ini mengusung tema krusial: “Save Sukabumi Utara”, sebuah seruan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisir potensi bencana, khususnya di wilayah Sukabumi Utara.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Pratesyo; Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono; Kepala Bakesbangpol Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan; serta perwakilan dari Kecamatan Sukabumi, kepolisian, dan Kepala Desa Perbawati. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian lingkungan yang digalakkan oleh PAKSI EXTRASS.
Perayaan milad diawali dengan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang jalan wisata Pondok Halimun, menunjukkan komitmen nyata para peserta terhadap kebersihan lingkungan. Setelah itu, ratusan pohon keras ditanam di area Kosim Camp Venture Pondok Halimun, sebuah langkah konkret dalam upaya reboisasi dan penghijauan. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi seputar lingkungan, menjadi forum bagi para pegiat dan pejabat untuk bertukar pikiran mengenai isu-isu lingkungan terkini.
Ketua PAKSI EXTRASS Sukabumi Raya, Fajar Pebrian, menjelaskan bahwa tema “Save Sukabumi Utara” dipilih untuk membangun kepedulian masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga alam. Fajar menyoroti kerusakan lahan yang parah, khususnya di sepanjang wilayah PTPN Regional 1. “Yang tadinya lahan produksi kebun teh, kini menjadi alih fungsi bukan lagi lahan produksi. Tentunya permasalahan ini harus menjadi pusat perhatian kita semua,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi penanaman pohon ini bukan hanya simbolis, melainkan pengingat bagi semua pihak, termasuk masyarakat penggarap lahan di PTPN, agar peduli terhadap kelestarian alam dan tidak hanya mementingkan keuntungan sesaat. Fajar menekankan bahwa perubahan alam saat ini juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi PAKSI EXTRASS selama 55 tahun sebagai penggiat lingkungan. “Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Paksi. Semoga bisa terus menjaga eksistensi kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Prasetyo mengakui bahwa kondisi Sukabumi Utara saat ini berbeda dengan beberapa tahun ke belakang, sehingga tema “Save Sukabumi Utara” sangat relevan. Ia menegaskan bahwa tema ini memiliki makna dan konsekuensi yang harus ditindaklanjuti oleh semua pihak.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya DLH, akan terus mengantisipasi kondisi yang berkembang di semua wilayah, termasuk Sukabumi Utara. “Kelestarian alam dan keseimbangan lingkungan harus kita jaga bersama,” tegas Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuat kajian dan peta jalan (roadmap), kemudian menyusun regulasi sebagai pegangan bersama dalam menata wilayah Sukabumi Utara dari hulu sampai hilir. “Harus dibuatkan regulasi sebagai pijakan bersama. Seperti, bagaimana di wilayah ini tidak boleh ada bangunan permanen. Aturan ini penting sebagai upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Prasetyo juga menekankan pentingnya memikirkan tidak hanya limbah, tetapi juga ketersediaan air yang vital untuk kehidupan. Ia menyoroti perlunya menjaga resapan air yang baik agar saat air melimpah tidak menimbulkan bencana di hilir.
“Dalam pembangunan berwawasan lingkungan, kita tidak hanya memikirkan keuntungan secara ekonomi, tetapi perlu memikirkan faktor ekologinya yang berkesinambungan. Karena harus ada keseimbangan atau interaksi yang baik antara makhluk hidup dengan lingkungannya,” tambahnya, menekankan perlunya menjaga “kesmen area” atau kawasan sensitif yang harus ditata dengan baik.
Prasetyo mengungkapkan bahwa terdapat lahan seluas 350 hektare di wilayah PTPN Regional I yang memerlukan penanganan serius dan akan dihijaukan kembali atau dikonservasi. Untuk mewujudkan gerakan ini, DLH akan berupaya melibatkan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR dengan tema Kebencanaan dan Lingkungan, agar program penghijauan dapat terlaksana dengan baik.
Perayaan Milad ke-55 PAKSI EXTRASS ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif akan urgensi menjaga kelestarian lingkungan di Sukabumi Utara, serta mendorong sinergi antara masyarakat, aktivis, dan pemerintah dalam mewujudkan Sukabumi yang lestari.(*)
Kor : IBB| Redaktur: Hamjah















