JENTERANEWS.com – Kondisi rusak parah pada ruas Jalan Ahmad Yani, Palabuhanratu, yang selama ini menjadi sumber keluhan utama warga dan pengguna jalan, akhirnya mendapatkan respons serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi memastikan perbaikan infrastruktur vital tersebut akan segera dilaksanakan dengan target penyelesaian sebelum Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan secara komprehensif. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah, Camat Palabuhanratu, jajaran teknis Dinas PU, serta pihak manajemen rumah sakit yang berlokasi di sekitar ruas jalan tersebut.
“Beberapa hari lalu kami turun langsung ke lapangan. Kondisi Jalan Ahmad Yani memang rusak berat, dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 900 meter,” ujar Uus Firdaus dalam keterangannya.
Dalam analisis teknisnya, Uus menjelaskan bahwa upaya penanganan sementara sebenarnya sempat dilakukan beberapa bulan lalu menggunakan metode cold mix (aspal dingin), khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama karena akar permasalahan utama bukan hanya pada permukaan jalan, melainkan pada sistem drainase yang buruk.
“Hasil analisa teknis menunjukkan bahwa persoalan terbesar ada pada drainase. Kalau hanya menambal permukaan jalan tanpa memperbaiki aliran air, kerusakan akan terus berulang,” jelasnya.
Selain itu, limpasan air hujan dari area rumah sakit juga teridentifikasi sebagai faktor penyebab genangan yang merusak jalan. Menyikapi hal ini, telah disepakati bahwa penanganan saluran air di area rumah sakit akan menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit secara mandiri. Hal ini memungkinkan anggaran Dinas PU difokuskan sepenuhnya untuk konstruksi jalan dan drainase utama.
Terkait teknis pengerjaan, Uus memaparkan bahwa idealnya seluruh ruas jalan sepanjang 900 meter tersebut dibangun menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) untuk menjamin umur teknis yang panjang. Namun, skema tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp8 miliar, sedangkan alokasi anggaran daerah yang tersedia saat ini adalah Rp4 miliar.
Menyiasati keterbatasan tersebut, Dinas PU menerapkan strategi kombinasi konstruksi: 300 meter akan dibangun menggunakan konstruksi beton (pada titik paling krusial). 600 meter akan ditangani menggunakan aspal hotmix. Perbaikan drainase akan dilakukan di sepanjang ruas jalan.
“Dengan anggaran Rp4 miliar, kita akan optimalkan menangani 300 meter menggunakan beton dan 600 meter menggunakan aspal, sekaligus memperbaiki drainase,” ungkap Uus.
Menyadari bahwa proses konstruksi nantinya berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama para pedagang yang memanfaatkan trotoar, Uus meminta pengertian dan kerja sama dari masyarakat demi kelancaran pembangunan.
“Kami mohon kerja samanya, karena dalam pelaksanaan nanti pasti ada sedikit gangguan. Tapi semua ini demi hasil yang lebih baik dan agar umur jalan bisa lebih panjang,” imbaunya.
Di akhir pernyataannya, Uus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Palabuhanratu atas keterlambatan penanganan yang disebabkan oleh proses administrasi pengadaan barang dan jasa.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Insya Allah dalam dua bulan ke depan penanganan sudah bisa dimulai lebih awal. Kami ingin jalan ini kembali nyaman dilalui dan tidak lagi menimbulkan kecelakaan yang selama ini menjadi catatan serius bagi kami,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Dinas PU juga berkomitmen untuk menyampaikan secara terbuka daftar prioritas penanganan jalan di Kabupaten Sukabumi untuk tahun anggaran 2026 mendatang.(*)















