JENTERANEWS.com – Upaya pencarian intensif terhadap dua orang pemancing yang dilaporkan terseret ombak tinggi di Pantai Cikeueus Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (17/11) belum membuahkan hasil. Operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur SAR gabungan harus dihentikan sementara menjelang petang dan akan dilanjutkan kembali pada esok hari.
Dua korban yang hilang terseret ombak saat memancing di lokasi tersebut diidentifikasi sebagai:
-
Ujang Agus (40 tahun), laki-laki, beralamat di Kp. Babadan RT/RW 001/011, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.
-
Deni Setiawan (35 tahun), laki-laki, beralamat di Kp. Otista RT/RW 03/05, Kel. Pelabuhanratu, Kec. Pelabuhanratu, Kab. Sukabumi.
Koordinator lapangan melaporkan bahwa upaya pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (17/11) pagi, tepatnya pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua satuan regu pencari (Search and Rescue Unit – SRU) untuk mengoptimalkan jangkauan area:
-
SRU 1: Melakukan penyisiran menggunakan perahu LCR (perahu karet) hingga sejauh 4 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian.
-
SRU 2: Melakukan penyisiran darat (land sweeping) sejauh 2 kilometer dari titik terakhir korban terlihat.
Sayangnya, operasi yang berlangsung hingga pukul 17.30 WIB tersebut menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Faktor penghambat utama adalah cuaca hujan deras yang disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, mempersulit jarak pandang dan manuver perahu karet.
Meskipun segala daya telah dikerahkan, kedua korban, Ujang Agus dan Deni Setiawan, belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian ini menunjukkan sinergi kuat antarlembaga dan komunitas. Sejumlah besar unsur SAR gabungan terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan ini, di antaranya:
Pos SAR Sukabumi2, Polsek Ciemas, Polair Polres Sukabumi, Pos AL Pelabuhanratu, Koramil Ciemas, P2BK BPBD Kab. Sukabumi & P2BK BPBD Kec. Ciracap, Sarda8.Pramuka Peduli, SAR Khatulistiwa, Saka SAR Sukabumi, Sehati Gerak Bersama, Classic Bikers Pelabuhanratu, Sigap Pasundan, Catatan Cakrawala, ASB, Masyarakat dan Pihak keluarga
Adapun alat utama (Alut) yang dikerahkan untuk mendukung operasi meliputi Rescue Car Hilux, Perahu Rubber, serta Palsar Selam dan Palsar Air.
Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk pencarian di malam hari, operasi SAR akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan harapan cuaca akan lebih mendukung untuk penemuan kedua korban.
Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah















