JENTERANEWS.com – Semangat Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia menggema di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Warga Kampung Legok Ngenang, RW 48, Desa Cikujang, bersama Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Gunungguruh merayakan momen bersejarah ini dengan cara istimewa pada hari Selasa (19/8). Perayaan yang berlangsung khidmat dan meriah ini tidak hanya untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai wujud syukur atas pembangunan infrastruktur jalan yang telah lama dinantikan.
Suasana kebersamaan begitu kental terasa saat masyarakat dan anggota PPM menyatu dalam kegembiraan. Perayaan ini menjadi simbol sinergi antara organisasi kemasyarakatan, warga, dan pemerintah dalam membangun daerah. Momen ini menjadi lebih istimewa dengan diresmikannya jalan di Kampung Legok Ngenang yang sebelumnya rusak parah dan kini telah mulus beraspal berkat perhatian pemerintah.
Ketua PPM Ranting Gunungguruh, Soleh, yang juga menjabat sebagai Ketua RW 48, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama solid berbagai pihak. “Acara ini terselenggara atas kerja sama Pemuda Panca Marga Kota/Kabupaten Sukabumi, masyarakat Kampung Legok Ngenang RW 48, serta dukungan dari pemerintah,” ujarnya di sela-sela acara.
Lebih dari sekadar perayaan, momentum ini juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati. PPM menginisiasi pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan 25 lansia sebagai bentuk kepedulian dan upaya berbagi kebahagiaan di hari kemerdekaan.
Dalam kesempatan tersebut, Soleh mengingatkan kembali akan jati diri PPM sebagai pewaris semangat juang para veteran. “PPM adalah putra-putri pejuang veteran RI yang telah membela NKRI dengan semangat membara, bahkan banyak yang gugur di medan perang. Kami mengemban tugas untuk melanjutkan perjuangan itu dalam bentuk yang berbeda, yaitu berguna bagi nusa dan bangsa,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, PPM dapat semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Kemeriahan acara puncak diisi dengan hiburan organ tunggal yang menambah semarak suasana dan keakraban di antara warga. Perayaan ditutup dengan semangat “Tanhana Dharma Mangrwa,” sebuah semboyan yang berarti tidak ada pengabdian yang mendua, sebagai penegasan komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara..(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah















