JENTERANEWS.com – Video yang memperlihatkan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margawati melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya beralaskan terpal di luar ruangan kelas mendadak viral di media sosial. Merespons cepat kondisi memprihatinkan tersebut, Camat Sagaranten, Akhsan Bratadiredja, langsung bergerak meninjau lokasi pada Selasa (21/10/2025).
Kunjungan Camat Sagaranten ini dilakukan menyusul beredarnya rekaman video yang menampilkan proses KBM di SDN Margawati, Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, yang jauh dari kata layak.
Setibanya di lokasi, Camat Akhsan Bratadiredja membenarkan informasi yang beredar. “Bahwa benar saya menerima informasi atas beredarnya video di media sosial terdapat siswa-siswi SDN Margawati yang melaksanakan KBM hanya menggunakan terpal di luar ruangan kelas,” ujar Camat Akhsan saat ditemui di SDN Margawati.

Siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SDN Margawati Desa Sinarbentang melaksanakan KBM di luar ruangan dengan hanya beralaskan terpal, Selasa (21/10/2025). Camat Sagaranten langsung meninjau lokasi menyusul viralnya video kondisi darurat sekolah yang ruang kelasnya telah roboh sejak lama.
SDN Margawati yang beralamat di Kp. Margawati RT. 013/RW.005 Desa Sinarbentang ini, berdasarkan keterangan salah seorang guru, tercatat memiliki 125 siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6 dalam data pokok pendidikan (Dapodik).
Hasil pendalaman di lapangan mengungkap fakta yang memprihatinkan. Didapati bahwa ruang kelas 4, 5, dan 6 sudah tidak ada atau telah roboh beberapa waktu silam. Akibatnya, proses KBM untuk siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 terpaksa dilakukan di luar ruangan dengan hanya beralaskan terpal. Kondisi ini sangat rentan terhadap perubahan cuaca, baik hujan maupun panas, dan jelas dinilai tidak layak.
“Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 menggunakan alas terpal di luar ruangan kelas rentan cuaca hujan dan panas,” ungkap Camat Akhsan.
Lebih lanjut diungkapkan, pengajuan pembangunan lokal kelas yang rusak tersebut telah diajukan sejak tahun 2017, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Menyikapi temuan ini, Camat Sagaranten menyatakan telah mengambil langkah cepat. Pihaknya segera menginformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait kondisi lapangan.
Sebagai tindakan sementara untuk mengatasi masalah ruang belajar yang darurat, Camat Sagaranten juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Upaya ini bertujuan untuk mengupayakan pendirian tenda sementara sebagai tempat KBM yang lebih layak bagi siswa-siswi SDN Margawati.
“Tindakan pihak kami menginformasikan dan berkoordinasi kepada pengampu Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, serta mengupayakan tenda sementara untuk kegiatan KBM kepada BPBD Kabupaten Sukabumi,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa hasil peninjauan ini juga telah dilaporkan kepada pimpinan daerah.(*)
Reporter: Aris
Reporter: Hamjah















