Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Jan 2026 12:14 WIB

Soroti Jalan Rusak hingga Dugaan Kerugian Rp27 Miliar, BEM PTNU Sukabumi Raya Geruduk Kantor Dinas BMPR Jabar


					Rakyat Bayar Pajak, Pemerintah Mana Tanggung Jawab? Perbesar

Rakyat Bayar Pajak, Pemerintah Mana Tanggung Jawab?", demikian bunyi poster yang dibawa salah satu peserta aksi BEM PTNU Sukabumi Raya di depan Kantor Dinas BMPR Jabar Wilayah II, Sukabumi, Senin (12/1/2025). Aksi ini merupakan buntut kekecewaan masyarakat atas buruknya tata kelola dan pemeliharaan jalan provinsi.

JENTERANEWS.com – Gelombang protes terkait buruknya infrastruktur jalan di wilayah Sukabumi kembali mencuat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi, pada Senin (12/1/2025) sore.

Membawa spanduk bertuliskan “Rakyat Bayar Pajak, Pemerintah Mana Tanggung Jawab?”, massa menyuarakan puncak kekesalan masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi atas kondisi ruas jalan provinsi yang rusak parah, tidak terawat, serta tata kelola proyek yang dinilai amburadul.

Koordinator Daerah BEM PTNU Sukabumi Raya, Aceng Sufyan, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes biasa, melainkan representasi dari keresahan publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah Sukabumi.

“Yang kami sampaikan adalah keresahan besar masyarakat, terutama terkait jalan-jalan di bawah kewenangan Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat, khususnya UPTD Wilayah II Sukabumi. Persoalannya sangat mendasar, mulai dari tata kelola, pengawasan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan,” tegas Aceng di sela-sela aksi.

Mahasiswa menilai UPTD Dinas BMPR Wilayah II Sukabumi kerap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan. Salah satu indikatornya adalah masih digunakannya rekanan atau kontraktor yang memiliki rekam jejak buruk, namun tetap memenangkan tender proyek.

Kritik tajam diarahkan pada proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) bertajuk ”Jabar Istimewa” di Kampung Langkob, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Proyek yang menelan anggaran fantastis hingga Rp7 miliar tersebut sempat viral karena mengalami longsor, yang menurut mahasiswa menjadi bukti nyata lemahnya kualitas pekerjaan dan pengawasan.

Tak hanya kerugian materiil, kerusakan jalan juga dilaporkan telah memakan korban fisik. Aceng membeberkan insiden di ruas Jalan Lingkar Selatan di mana seorang warga mengalami luka serius akibat terjatuh di lubang besar yang menganga di badan jalan.

“Keluhan juga datang dari para pedagang di sepanjang ruas jalan tersebut. Perbaikan yang dilakukan sifatnya hanya sementara dan kembali rusak dalam hitungan hari,” tambahnya.

Dalam kajiannya, BEM PTNU Sukabumi Raya juga mengungkap data mengejutkan terkait dugaan kerugian negara. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019 hingga 2025, terdapat indikasi masalah finansial yang serius.

“Data yang kami himpun, total dugaan kelebihan bayar dari tahun 2019 hingga 2025 itu mencapai sekitar Rp27 miliar. Ini bukan angka kecil dan harus ditindaklanjuti secara serius. Ada sedikitnya enam temuan dengan nilai berbeda yang melibatkan sejumlah perusahaan,” ujar Aceng.

Atas temuan tersebut, massa mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh agar praktik yang merugikan uang rakyat ini tidak terus berulang.

Aksi sempat diwarnai kekecewaan karena Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi tidak hadir menemui massa. Demonstran hanya ditemui oleh Kepala Sub Pemeliharaan Rutin, Ajat Sudrajat.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Ajat menyatakan menghormati aspirasi yang disampaikan dan berjanji akan menjadikannya bahan evaluasi internal. Terkait sorotan spesifik pada pembangunan TPT yang bermasalah, pihak dinas mengaku telah menerima informasi awal.

“Kami menghormati aspirasi rekan-rekan mahasiswa. Terkait pembangunan TPT di sejumlah titik yang dinilai bermasalah, kami sudah menerima informasinya dan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” jelas Ajat.

Meskipun telah menyampaikan aspirasi, massa BEM PTNU mengaku belum puas dan berjanji akan terus mengawal isu ini hingga terdapat perbaikan nyata pada infrastruktur jalan di Sukabumi.(*)


Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi