JENTERANEWS.com– Kabupaten Sukabumi menghadapi hari yang penuh tantangan pada Rabu (19/11/2025) setelah dilanda rentetan lima kejadian bencana alam yang terpisah. Semua insiden ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa meskipun terjadi kerusakan signifikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh peristiwa tersebut. Penanganan telah dilakukan dengan sinergi antara BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, membenarkan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama. “Semua laporan sudah kami terima sejak pagi hingga sore hari. Seluruh kejadian dipicu cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Daeng.
Rentetan kejadian dimulai pada dini hari dan berlangsung hingga sore.
Bencana pertama terjadi pada pukul 03.10 WIB di Kecamatan Cisaat. Sebuah pohon mahoni tumbang di Jalan Ahmad Yani, Desa Sukaresmi, yang diduga akibat akar yang telah lapuk. Pohon tersebut sempat menutup sebagian badan jalan, namun petugas dan warga segera melakukan pemotongan untuk menormalkan kembali akses transportasi.
Menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB, hujan lebat yang berkepanjangan menyebabkan sebuah rumah ambruk total di Kampung Pasir Angin, Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin. Rumah yang dihuni oleh Rosita (1 KK, 7 jiwa) kini tidak dapat ditempati, dan pemiliknya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.
Tiga kejadian longsor tercatat dalam waktu berdekatan, menggarisbawahi kerentanan geografis wilayah ini:
Longsor Cibadak (Pukul 12.00 WIB): Hujan deras memicu longsornya Tebing Penahan Tanah (TPT) di Kelurahan Cibadak. TPT dengan dimensi panjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter itu kini mengancam satu unit rumah warga di Kampung Sekarwangi.
Jalan Desa Terputus di Parungseah (Pukul 15.30 WIB): Longsor yang cukup parah terjadi di Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi. Material longsor menggerus jalan desa sepanjang 25 meter. Kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi tiga rumah yang berada di dekat lokasi kejadian.
Ancaman terhadap SDN Pamoyanan Pentas (Pukul 16.30 WIB): Bencana kembali terjadi di Kecamatan Kebonpedes. TPT di lingkungan SDN Pamoyanan Pentas mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi 1 meter. Akibatnya, dua ruang kelas sekolah dasar tersebut kini berada dalam kondisi terancam dan memerlukan penanganan segera.
Mengingat intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi, Daeng Sutisna menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada dan tidak ragu segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda potensi bahaya.
BPBD Sukabumi telah menegaskan kesiapsiagaan personel untuk merespons setiap laporan darurat guna meminimalkan risiko dan kerugian lebih lanjut.(*)
Laporan : Awang
Editor: Hamjah















