Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Nov 2025 09:46 WIB

Sukabumi Dikepung Bencana dalam Sehari: Lima Titik Terdampak Hujan Ekstrem, BPBD Imbau Warga Waspada


					Longsor ini mengancam dua ruang kelas di SDN Pamoyanan Pentas, sebagai bagian dari lima insiden bencana yang melanda Sukabumi dalam sehari. Perbesar

Longsor ini mengancam dua ruang kelas di SDN Pamoyanan Pentas, sebagai bagian dari lima insiden bencana yang melanda Sukabumi dalam sehari.

JENTERANEWS.com– Kabupaten Sukabumi menghadapi hari yang penuh tantangan pada Rabu (19/11/2025) setelah dilanda rentetan lima kejadian bencana alam yang terpisah. Semua insiden ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa meskipun terjadi kerusakan signifikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh peristiwa tersebut. Penanganan telah dilakukan dengan sinergi antara BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, membenarkan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama. “Semua laporan sudah kami terima sejak pagi hingga sore hari. Seluruh kejadian dipicu cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Daeng.

Rentetan kejadian dimulai pada dini hari dan berlangsung hingga sore.

Bencana pertama terjadi pada pukul 03.10 WIB di Kecamatan Cisaat. Sebuah pohon mahoni tumbang di Jalan Ahmad Yani, Desa Sukaresmi, yang diduga akibat akar yang telah lapuk. Pohon tersebut sempat menutup sebagian badan jalan, namun petugas dan warga segera melakukan pemotongan untuk menormalkan kembali akses transportasi.

Menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB, hujan lebat yang berkepanjangan menyebabkan sebuah rumah ambruk total di Kampung Pasir Angin, Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin. Rumah yang dihuni oleh Rosita (1 KK, 7 jiwa) kini tidak dapat ditempati, dan pemiliknya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

Tiga kejadian longsor tercatat dalam waktu berdekatan, menggarisbawahi kerentanan geografis wilayah ini:

Longsor Cibadak (Pukul 12.00 WIB): Hujan deras memicu longsornya Tebing Penahan Tanah (TPT) di Kelurahan Cibadak. TPT dengan dimensi panjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter itu kini mengancam satu unit rumah warga di Kampung Sekarwangi.

Jalan Desa Terputus di Parungseah (Pukul 15.30 WIB): Longsor yang cukup parah terjadi di Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi. Material longsor menggerus jalan desa sepanjang 25 meter. Kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi tiga rumah yang berada di dekat lokasi kejadian.

Ancaman terhadap SDN Pamoyanan Pentas (Pukul 16.30 WIB): Bencana kembali terjadi di Kecamatan Kebonpedes. TPT di lingkungan SDN Pamoyanan Pentas mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi 1 meter. Akibatnya, dua ruang kelas sekolah dasar tersebut kini berada dalam kondisi terancam dan memerlukan penanganan segera.

Mengingat intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi, Daeng Sutisna menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada dan tidak ragu segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda potensi bahaya.

BPBD Sukabumi telah menegaskan kesiapsiagaan personel untuk merespons setiap laporan darurat guna meminimalkan risiko dan kerugian lebih lanjut.(*)


Laporan : Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 80 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi