JENTERANEWS.com – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali mewarnai perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kampung Salimah, Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Sebuah mobil pikap berwarna hitam dilaporkan ringsek tak berbentuk setelah dihantam rangkaian kereta Commuterline pada Jumat (13/3/2026).
Peristiwa ini menambah daftar panjang potret kelam keamanan di perlintasan tersebut, yang sebelumnya juga sempat merenggut nyawa seorang pelajar dalam insiden serupa.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, benturan keras mengakibatkan kerusakan fatal pada bagian depan mobil pikap. Kendaraan tersebut tampak terlempar ke tepi rel dengan kondisi mesin dan bodi yang hancur berat.
Dalam rekaman yang diterima redaksi, terdengar suara dramatis seorang warga di lokasi kejadian yang menggambarkan situasi mencekam sesaat setelah tabrakan terjadi.
“Salimah berduka lagi, Allahuakbar. Mobil rusak berat,” ujar pria dalam video tersebut dengan nada bergetar.
Petugas medis segera dikerahkan ke lokasi untuk menyelamatkan pengemudi pikap yang menjadi korban tunggal dalam kendaraan tersebut. Ferry, sopir ambulans yang melakukan evakuasi, mengonfirmasi bahwa korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk karena luka yang sangat serius.
“Betul, korban tertabrak kereta dari arah Maja menuju Parungpanjang. Sempat kami bawa ke klinik terdekat, namun karena luka parah, langsung dialihkan ke rumah sakit di Tangerang,” jelas Ferry saat dihubungi.
Kapolsek Parungpanjang, Kompol Muhamad Taufik, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan moda transportasi rel dan kendaraan roda empat tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, meski dugaan kuat mengarah pada minimnya pengamanan di perlintasan sebidang tersebut.
“Iya betul, anggota sudah di lapangan. Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit dengan kondisi kritis,” tegas Kompol Taufik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih berupaya mengevakuasi bangkai kendaraan dari area perlintasan agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api lainnya. Insiden ini kembali memicu desakan warga agar pemerintah segera memasang palang pintu otomatis guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.(*)















