Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Agu 2025 11:52 WIB

Tragedi di Rel Cibadak-Cisaat: Warga Tertemper Kereta Api Pangrango, Perjalanan Sempat Terhenti


					Tragedi di Rel Cibadak-Cisaat: Warga Tertemper Kereta Api Pangrango, Perjalanan Sempat Terhenti Perbesar

JENTERANEWS.com – Sebuah insiden tragis kembali terjadi di perlintasan kereta api wilayah Sukabumi. Seorang warga dilaporkan tertemper Kereta Api (KA) Pangrango dengan nomor perjalanan PLB 224A pada Sabtu (2/8) pagi. Peristiwa nahas ini terjadi di jalur rel antara Cibadak dan Cisaat, tepatnya di KM 49+2/3, Kampung Paledang, Desa Cimahi, sekitar pukul 09.16 WIB.

Perjalanan KA Pangrango yang melayani rute Sukabumi-Bogor tersebut terpaksa dihentikan sementara sesaat setelah insiden. Masinis yang bertugas segera menghentikan laju kereta sesuai dengan prosedur standar keselamatan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap rangkaian dan kondisi di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, begitu menerima laporan dari masinis, koordinasi langsung dilakukan dengan unit-unit terkait di PT KAI Daop 1 Jakarta. Petugas Keamanan Dalam (PKD) dari Stasiun Cisaat bersama dengan petugas teknis (ASP) segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah proses pemeriksaan sarana oleh tim ASP, rangkaian KA Pangrango PLB 224A dinyatakan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan yang berarti. Kereta pun diizinkan untuk melanjutkan perjalanannya kembali. Namun, insiden ini meninggalkan pengingat keras akan bahaya yang mengintai di sepanjang jalur kereta api.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangannya menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan masyarakat sipil di area jalur rel sangat berbahaya dan melanggar hukum.

“Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, kecuali untuk kepentingan perkeretaapian,” ujar Ixfan mengutip Pasal 178 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Ixfan menekankan bahwa jalur rel bukanlah area publik yang dapat diakses secara bebas. Aktivitas warga di sekitar rel, baik berjalan kaki, duduk-duduk, maupun melintas di perlintasan tidak resmi, dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas apapun di area jalur rel. Ini demi keselamatan kita bersama,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas maupun kondisi korban. Kejadian di Kampung Paledang ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di sepanjang jalur KA Pangrango, menyoroti perlunya peningkatan kesadaran dan pengawasan keselamatan di area rawan. PT KAI terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan dengan berbagai sosialisasi dan penindakan, namun peran serta aktif dari masyarakat untuk menjauhi jalur kereta api menjadi kunci utama pencegahan tragedi serupa terulang kembali.(*)


Reporter: Awang

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 107 kali

Baca Lainnya

Soroti Potensi Pemuda, DPRD Sukabumi Dorong GP Ansor Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

8 Februari 2026 - 17:51 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi Masa Khidmat 2025–2029, Sabtu (7/2/2026). Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, menilai momentum ini sebagai titik tolak strategis bagi penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Ramadan 1447 H, BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Terus Berlanjut: Terapkan 4 Mekanisme Khusus

8 Februari 2026 - 15:59 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan pers terkait mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Reses DPRD Kabupaten Sukabumi: Loka Tresnajaya Gagas Digitalisasi UMKM di Manggis Hilir

8 Februari 2026 - 15:28 WIB

H. M. Loka Tresnajaya berdialog dengan warga Desa Benda saat pelaksanaan reses, Rabu (4/2/2026). Legislator Partai Golkar ini mendorong warga untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga ahli memasarkan produk lokal.

PETAKA SENAPAN ANGIN: Bocah 6 Tahun di Sukabumi Kritis Tertembak Ayah Tiri, Polisi Bergerak Cepat

8 Februari 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Atlet Sukabumi Berlaga di Bupati Cup 2026, Asep Japar: Ajang Silaturahmi dan Cetak Bibit Juara

7 Februari 2026 - 17:56 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memberikan sambutan pada acara pembukaan Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 yang diselenggarakan di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/2/2026). Turnamen ini diikuti oleh ratusan atlet sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan prestasi.

Hujan Deras Picu Luapan Air, Pemukiman dan Mushola di Pamuruyan Cibadak Terendam Banjir

7 Februari 2026 - 17:49 WIB

Petugas P2BK Kecamatan Cibadak saat melakukan asesmen di lokasi banjir yang merendam pemukiman warga di Kampung Panagan, Desa Pamuruyan, Sabtu (7/2/2026).
Trending di Sukabumi