JENTERANEWS.com – Operasi pencarian intensif terhadap seorang wisatawan asal Jakarta Timur yang hilang di perairan Banten akhirnya menemukan titik terang, namun berakhir duka. Setelah empat hari dinyatakan hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir, Kabupaten Lebak, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (20/1/2026).
Tubuh korban terbawa arus laut selatan yang ekstrem hingga sejauh 75 kilometer dan ditemukan terdampar di wilayah perairan Sukabumi, Jawa Barat.
Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga di sekitar Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Pada Selasa petang sekitar pukul 17.00 WIB, warga melihat sesosok tubuh dalam posisi telentang yang terombang-ambing di permukaan laut kawasan Ujung Genteng.
Setelah dilakukan proses identifikasi, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Salman Abdul Latif (20), warga Cipinang Asem, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat berwisata di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (17/1/2026) pagi.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa ciri-ciri fisik jenazah yang ditemukan di Sukabumi cocok dengan data korban yang sedang dicari oleh tim SAR gabungan di Banten.
“Benar, jasad korban wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan terjadi di wilayah Pantai Cibuaya, kawasan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi,” ujar Erwin saat dihubungi pada Rabu (21/1/2026).
Peristiwa ini menyoroti betapa kuatnya arus perairan laut selatan Jawa. Jarak penemuan jenazah yang mencapai puluhan kilometer dari lokasi kejadian awal (Point Last Seen) mengejutkan banyak pihak. Erwin menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat di sepanjang pesisir selatan Banten hingga Jawa Barat.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Bayah, Koramil Bayah, Basarnas Banten, dan Balawista sebelumnya telah menyisir area Pantai Goa Langir dan sekitarnya melalui jalur darat maupun laut. Namun, kuatnya arus membawa korban keluar jauh dari radius pencarian awal.
Dengan ditemukannya jenazah Salman Abdul Latif, operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur keselamatan resmi dihentikan. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju Bogor untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pantai selatan. Pihak berwenang kembali mengimbau agar pengunjung selalu waspada, mematuhi rambu-rambu zona bahaya, dan mengikuti arahan petugas lapangan, mengingat kondisi gelombang tinggi dan arus yang tidak dapat diprediksi.(*)
Laporan: Rudi















