Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 28 Agu 2025 09:18 WIB

Viral Aksi Warga Pikul Keranda Seberangi Sungai, Pemkab Sukabumi Janjikan Pembangunan Jembatan September Ini


					Sejumlah warga di Kampung Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, bergotong royong memikul keranda jenazah untuk menyeberangi aliran Sungai Cikarang. Aksi ini terpaksa dilakukan karena jembatan vital yang menjadi akses utama warga hancur diterjang banjir. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berjanji akan membangun kembali jembatan tersebut mulai September 2025. Perbesar

Sejumlah warga di Kampung Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, bergotong royong memikul keranda jenazah untuk menyeberangi aliran Sungai Cikarang. Aksi ini terpaksa dilakukan karena jembatan vital yang menjadi akses utama warga hancur diterjang banjir. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berjanji akan membangun kembali jembatan tersebut mulai September 2025.

JENTERANEWS.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi dramatis warga memikul keranda jenazah menyeberangi derasnya aliran Sungai Cikarang di Kampung Tanjung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan menyentuh nurani publik. Peristiwa memilukan ini menyoroti kondisi darurat yang dihadapi warga setelah jembatan vital penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, dengan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, hancur total akibat diterjang banjir.

Menanggapi cepat keresahan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui aparat kewilayahan menegaskan komitmennya untuk segera membangun kembali jembatan tersebut. Rencananya, proses pembangunan akan dimulai pada September atau Oktober 2025.

Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hikmah, mengungkapkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi telah berjalan. Tim teknis bahkan sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan persiapan awal.

“Kemarin, dari Dinas PU Bina Marga provinsi dan dari DPU Kabupaten sudah melakukan survei, sekalian pengukuran serta membuat desain gambar. Insya Allah rencananya September atau Oktober mulai dikerjakan,” kata Dasep kepada awak media, Rabu (27/8/2025).

Jembatan Tanjung bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi yang menopang berbagai sendi kehidupan masyarakat. Camat Jampangkulon, Dading, yang meninjau langsung lokasi kejadian, membenarkan betapa krusialnya jembatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat akan segera membangun kembali jembatan ini karena menjadi satu-satunya akses vital masyarakat,” tegas Dading.

Menurutnya, ini adalah kali kedua jembatan tersebut putus dalam waktu kurang dari setahun. Jembatan Tanjung sebelumnya rusak parah pada Desember 2024. Dengan semangat gotong royong, warga sempat membangun kembali jembatan darurat secara swadaya, namun nahas, jembatan itu kembali hanyut tersapu banjir pada Maret 2025.

“Jembatan Tanjung merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Bahkan akses menuju rumah sakit jauh lebih dekat jika lewat jembatan ini,” ujar Dading, menggarisbawahi urgensi pembangunan.

Meski respons pemerintah dianggap cepat, pembangunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat masih berupa jembatan gantung, serupa dengan konstruksi sebelumnya. Warga dan aparat setempat menaruh harapan besar agar ke depan pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh dan mampu dilalui kendaraan roda empat.

“Minimal akan dibangun jembatan gantung seperti dulu, dan kami berharap bisa terealisasi jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat,” tutup Dading.

Kini, warga di dua kecamatan tersebut menanti realisasi janji pemerintah, berharap agar peristiwa memilukan seperti menggotong keranda menyeberangi sungai tidak akan pernah terulang kembali.(*)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Sukabumi: Sengketa Lahan Parkir Berujung Pembacokan, Lima Warga Terluka Parah

10 Maret 2026 - 20:49 WIB

suasana di area parkir minimarket Indomaret dan sekitarnya di Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, pada Selasa (10/3/2026). Area ini menjadi lokasi penyerangan brutal sekelompok pria bermotor terhadap juru parkir dan warga pada hari Senin sebelumnya. Sebuah angkutan kota (angkot) merah dan kios pedagang kaki lima (PKL) tampak di pinggir jalan, di mana beberapa orang biasanya berkumpul. Pasca-kejadian, lokasi ini masih menjadi sorotan setelah lima orang dilaporkan terluka akibat pembacokan.

Hujan Deras Terjang Sukabumi, TPT dan MCK Masjid Alpurqon Gunungguruh Hancur Digerus Longsor

9 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kondisi mengenaskan di lokasi longsor yang menghancurkan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan MCK Masjid Alpurqon di Kampung Kubang Jaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi. Terlihat puing-puing material bangunan yang hancur total memenuhi kaki tebing yang longsor.

Wabup Sukabumi Instruksikan Seluruh Lini Siaga Penuh dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Rekonfu, Polres Sukabumi Kota, Senin (09/03/2026).

Jelang Idulfitri 1447 H, Bupati Sukabumi Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh dan Pantau Harga Bahan Pokok

9 Maret 2026 - 19:29 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (kanan) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi (kiri) menunjukkan naskah Perjanjian Kerja Sama (MoU) di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)

Sukses Digelar Sepekan, Bazar Kuliner Ramadan Sukabumi Catat Omzet Rp211 Juta, Wabup: Bukti Geliat Positif Ekonomi UMKM

8 Maret 2026 - 20:20 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah, berkemeja batik), berfoto bersama sejumlah pelaku UMKM dan jajaran pejabat daerah usai penyerahan hadiah pada penutupan Bazar Cullinary Ramadhan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Cisaat, Minggu (8/3/2026).

Bantah Narasi Keliru, Seskab Teddy Tegaskan Program Makan Bergizi Tak Gerus Anggaran Pendidikan

8 Maret 2026 - 19:51 WIB

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers guna meluruskan narasi yang keliru terkait program makan bergizi gratis.
Trending di Sukabumi