Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Sep 2026 18:11 WIB

Klarifikasi UPTD Pertanian Sukabumi Soal Traktor Bantuan Pemerintah yang Ditelantarkan


					Kondisi traktor bantuan pemerintah berwarna merah yang terdampar di Desa Cikarang akibat mengalami kerusakan mesin. Perbesar

Kondisi traktor bantuan pemerintah berwarna merah yang terdampar di Desa Cikarang akibat mengalami kerusakan mesin.

JENTERANEWS.com – UPTD Pertanian Wilayah VII Sagaranten memberikan klarifikasi resmi mengenai keberadaan satu unit traktor roda empat bantuan pemerintah yang terparkir selama dua bulan di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Unit alat dan mesin pertanian senilai ratusan juta rupiah tersebut dipastikan merupakan alokasi resmi negara untuk Kelompok Tani (Poktan) Arsina di Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap.

Plt Kepala UPTD Pertanian Wilayah VII Sagaranten, Taopik Rahman, menyampaikan beberapa poin utama terkait kronologi kejadian tersebut:

  • Riwayat Penggunaan: Traktor sempat dipinjam pakai oleh kelompok tani di Kecamatan Gunungguruh dan Ciracap, namun mengalami kerusakan mekanis hingga mogok saat dioperasikan.
  • Kendala Pengiriman: Saat dikembalikan menggunakan mobil pengangkut (towing), pengemudi tersesat ke Desa Cikarang akibat mengandalkan navigasi GPS.
  • Penurunan Unit: Pengemudi memutuskan menurunkan traktor di Desa Cikarang dan menitipkan kuncinya di warung warga setempat sekitar dua bulan lalu.
  • Penanganan Perbaikan: Poktan Arsina telah menerima informasi keberadaan unit tersebut, namun belum memindahkannya karena masih menunggu kedatangan teknisi untuk perbaikan mesin.

Kepala Desa Cikarang, Atam, mengonfirmasi bahwa kunci traktor yang semula dititipkan kepada warga kini telah diamankan oleh pihak pemerintah desa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Keberadaan traktor ini sebelumnya memicu kritik luas di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @petani_milenial_sukabumi. Unggahan tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang dan menuntut transparansi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cidadap terkait pengelolaan bantuan negara.(*)

[Hamjah]


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Data Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Ratusan Warga Sukabumi Ajukan Penurunan Kategori Desil Bansos

24 September 2026 - 18:51 WIB

Warga mengantre untuk mengajukan perbaikan data desil bantuan sosial di Kantor Kelurahan Jaya Mekar, Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Ambruk Hingga Rusak Berat

24 September 2026 - 16:33 WIB

Rumah milik Iding di Desa Cidadap, Sukabumi, hancur diterjang angin kencang pada Kamis (24/9/2026). Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp93 juta.

Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Dorong Capaian Wilayah ODF

24 September 2026 - 12:07 WIB

Penandatanganan berita acara pelantikan Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 di Pendopo Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Marak Karhutla dalam Sehari, Enam Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Menerima Laporan Kebakaran Lahan

24 September 2026 - 11:15 WIB

Beda Keterangan Kades dan BPP Soal Traktor Mangkrak di Desa Cikarang, Ada Apa?

24 September 2026 - 10:09 WIB

Bantuan Alsintan Terlantar di Desa Cikarang, Petani Sukabumi Desak Dinas Pertanian Turun Tangan

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Soal Pemanfaatan Lahan di Ciambar

24 September 2026 - 09:13 WIB

Komisi I untuk menindaklanjuti aspirasi Forum Masyarakat Ciambar (Formabar) terkait pemanfaatan lahan perusahaan yang dinilai belum optimal di wilayah tersebut.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca