JENTERANEWS.com — Hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi pada Selasa (29/9/2026) hingga Rabu (30/9/2026). Rangkaian peristiwa tersebut memicu berbagai bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang menimpa pemukiman serta menutup akses jalan warga di Kecamatan Parungkuda, Cicurug, Sukaraja, dan Cikidang.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, dampak terjangan cuaca buruk merusak sejumlah bangunan rumah warga serta infrastruktur desa.
Pohon Tumbang dan Atap Rumah Terbawa Angin di Parungkuda dan Cicurug
Di Kecamatan Parungkuda, angin kencang yang menyertai hujan deras pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB menyebabkan empat pohon tumbang dan menutup jalan desa di Kp. Ciutara, Desa Pondokkaso Landeuh, serta Desa Bojongkokosan. Selain menutup akses jalan, tiupan angin kencang juga merobohkan atap satu unit rumah warga. Peristiwa ini berdampak pada satu keluarga yang terdiri dari 10 jiwa.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda bersama tim gabungan dari Damkar Pos IV, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, dan warga setempat bergerak cepat melakukan evakuasi batang pohon sehingga arus lalu lintas desa kembali normal.
Sementara itu, di Kecamatan Cicurug, cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu dini hari pukul 01.30 WIB merusak bagian kanopi (awning) rumah milik warga bernama Ibu Rumsih di Kp. Asgora RT 04/01, Desa Nyangkowek. Tiupan angin kencang merobohkan struktur kanopi tersebut dan mengancam keselamatan dua jiwa penghuni rumah. Jajaran Forkopimcam Cicurug, termasuk Camat dan Sekmat, turun langsung ke lokasi untuk mendampingi proses penilaian dampak bencana.
Banjir Luapan dan Rumah Tertimpa Pohon di Sukaraja dan Cikidang
Bencana juga dilaporkan terjadi pada Selasa malam (29/9/2026). Di Kp. Cimuncang Pasir Kambing, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, hujan deras memicu longsoran material dan merobohkan TPT (Tembok Penahan Tanah). Material longsor tersebut menyumbat gorong-gorong saluran air hingga meluap dan merendam tujuh rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB. Unsur P2BK Kebonpedes, Tagana, TNI-Polri, dan warga bergotong royong membersihkan material sumbatan. Saat ini, luapan air dilaporkan telah surut sepenuhnya.
Di lokasi terpisah, sebuah rumah di Kp. Mangrod RT 17/02, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon besar akibat hujan dan angin kencang pada Selasa pukul 18.25 WIB. Insiden ini memaksa satu keluarga berisi empat jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi bangunan belum memungkinkan untuk dihuni kembali.
Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Waspada
Hingga Rabu malam, tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan kaji cepat terkait total nilai kerugian materiil akibat rentetan bencana ini. Kebutuhan logistik mendesak berupa terpal dan material bangunan sangat dibutuhkan oleh warga terdampak di Kecamatan Parungkuda dan Cikidang untuk perbaikan darurat.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat Kabupaten Sukabumi agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut selama musim penghujan, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan sekitar pohon berukuran besar.(*)
Sumber: @dk
Redaktur: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















