JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana. Sebuah rumah tinggal milik warga di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan berat pada Kamis (12/2).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cidadap, rumah yang dihuni oleh Bapak Jaja tersebut tidak kuat menahan hantamang angin kencang hingga akhirnya ambruk.
Fajar Sugiri, anggota Tagana Kecamatan Cidadap yang berada di lokasi kejadian, mengonfirmasi bahwa rumah tersebut mengalami kategori Rusak Berat (RB).
“Hasil asesmen cepat di lapangan mencatat satu unit rumah rusak berat. Estimasi kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah),” ungkap Fajar dalam laporannya.
Meski bangunan rata dengan tanah, Fajar memastikan insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, dampak sosial tak terelakkan. Sebanyak 1 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 2 jiwa kini kehilangan tempat tinggal.
Demi keamanan dan keselamatan, Bapak Jaja beserta keluarga saat ini telah dievakuasi.
“Korban terdampak saat ini mengungsi di rumah anaknya yang dinilai lebih aman,” tambah Fajar.
Pascakejadian, tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Babinsa, dan Kepala Desa Cidadap langsung bergerak melakukan asesmen dan koordinasi. Pihak terkait, mulai dari Pemdes Cidadap, Kasi Trantibum, Pendamping Rutilahu, hingga Dinas Sosial, telah dikoordinasikan untuk tindak lanjut penanganan.
Hingga berita ini diturunkan, bantuan logistik belum terdistribusi ke lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, korban saat ini sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa:
-
Terpal (untuk penutup sementara/tenda darurat),
-
Makanan siap saji,
-
Paket kebersihan (family kit), dan
-
Peralatan masak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.(*)















