JENTERANEWS.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sebuah terobosan inovatif. Dengan program bertajuk SEHATI LABUMI (Sehat Tanpa Biaya Lapas Sukabumi), kini keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berkunjung bisa mendapatkan layanan kesehatan cuma-cuma, sebuah langkah nyata untuk memberikan ketenangan di tengah momen kunjungan yang emosional.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap kesehatan fisik dan kondisi psikologis para pengunjung. Layanan ini digelar rutin setiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, di area steril yang telah disiapkan khusus di dalam Lapas.
“Pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, konsultasi kesehatan, serta pemberian resep oleh dokter Lapas, semuanya tanpa dipungut biaya,” ujar Budi Hardiono kepada wartawan pada Selasa (15/7/2025).
Menurut Budi, inisiatif ini lahir dari pemahaman mendalam bahwa momen bertemu dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pidana sering kali disertai dengan berbagai kekhawatiran, termasuk soal kesehatan.
“Kami menyadari bahwa momen kunjungan bisa disertai kekhawatiran kesehatan. Melalui layanan ini, kami berharap keluarga WBP merasa lebih tenang dan terlayani dengan baik,” paparnya.
Lebih dari sekadar layanan sosial, program SEHATI LABUMI juga menjadi salah satu pilar utama dalam upaya Lapas Sukabumi membangun Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Sejak diluncurkan, program ini terbukti efektif dan mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Data menunjukkan antusiasme yang terus meningkat. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 110 pengunjung telah merasakan langsung manfaat dari layanan kesehatan gratis ini, dengan tren kunjungan yang terus menanjak setiap bulannya.
“Antusiasme ini menunjukkan bahwa SEHATI LABUMI mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan motto Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yakni ‘Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat’,” imbuh Budi dengan bangga.
Ia berharap, berbagai inovasi yang terus digulirkan tidak hanya akan mendukung tercapainya predikat WBK bagi Lapas Sukabumi, tetapi juga menegaskan peran lembaga pemasyarakatan yang modern: tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi keluarga warga binaan dan masyarakat luas.(*)















