Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 31 Okt 2026 10:48 WIB

Sudaryono Tegaskan Pengelolaan Program Makan Bergizi Harus Perkuat Ekonomi Kerakyatan


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ketika menyampaikan penjelasan terkait prioritas komoditas dan strategi stabilisasi harga dalam program Makan Bergizi (MBG). Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ketika menyampaikan penjelasan terkait prioritas komoditas dan strategi stabilisasi harga dalam program Makan Bergizi (MBG).

JENTERANEWS.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa program Makan Bergizi (MBG) memiliki perputaran ekonomi dalam skala yang sangat besar. Oleh karena itu, pengelolaan program ini harus dilakukan secara tepat dan transparan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh para penerima program, melainkan juga oleh seluruh pelaku dalam rantai pasok.

“Karena BGN atau MBG ini besar sekali, jadi harus dikelola dengan benar. Sehingga yang untung itu bukan hanya yang makan, tapi si penyedianya, UMKM-nya, dapurnya, peternaknya, petaninya, kurirnya, yang bawa barangnya, itu harus menikmati keuntungan dari perputaran uang ini,” ujar Sudaryono dalam keterangannya.

Tujuh Komoditas Utama Jadi Prioritas

Dalam tahap awal, BGN menetapkan tujuh komoditas pangan utama yang diprioritaskan. Ketujuh komoditas tersebut yakni:

  1. Beras (di luar merek Beras Kita)
  2. Minyak goreng (di luar merek Minyak Kita)
  3. Daging ayam
  4. Daging sapi
  5. Daging kerbau
  6. Telur
  7. Ikan dan susu

Sudaryono menjelaskan bahwa komoditas lain seperti bumbu-bumbu dapur (bawang, cabai, dan rempah) akan menyusul pada tahap berikutnya. Penanganan khusus pada tujuh komoditas utama ini dinilai krusial karena pergerakan harganya sangat memengaruhi laju inflasi serta ketersediaan barang dan stabilitas harga di tengah masyarakat.

Jadwal Peluncuran dan Skema Stabilisasi Harga

Sebagai langkah konkret, BGN menjadwalkan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelaksanaan program akan dimulai melalui tahap soft launching di sejumlah sentra pada bulan November, sebelum dilanjutkan dengan grand launching secara nasional pada bulan Desember.

Melalui penggunaan platform digital (LokalMBG) yang mengadopsi sistem Kementerian Koperasi dan Kementerian Perindustrian, program ini dirancang untuk mencegah manipulasi harga (mark-up), menghindari praktik monopoli, mencatat seluruh transaksi, serta menjamin kejelasan asal-usul produk. Sistem ini juga membuka ruang bagi Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengawasan.

Lebih lanjut, Sudaryono menyampaikan bahwa skala program MBG akan difungsikan sebagai penyeimbang atau “bandulan” harga di pasar. Ketika harga komoditas di masyarakat melambung tinggi, intervensi program diharapkan dapat menekan dan menurunkan harga. Sebaliknya, saat harga di tingkat produsen drop, pemerintah akan mengatrol pembelian sesuai standar harga yang ditetapkan guna melindung petani dan peternak dari kerugian.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Lima Pejabat Desa Cihamerang Sukabumi Mundur Massal Imbas Polemik Anggaran Pematangan Lahan

31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Kandang Ternak Tak Lagi Aman, Gelombang Pencurian Resahkan Warga Sinarbentang Sukabumi

30 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Jaga Kondusivitas Palabuhanratu, Polres Sukabumi Rangkul Komunitas Angkutan Umum

30 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Suasana penuh keakraban saat Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi merangkul pengemudi angkot di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat terkait Kamtibmas.

Longsor Terjang Nyalindung Sukabumi: TPT Halaman Rumah Warga Ambruk, Material Sempat Tutup Jalan Desa

30 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) halaman rumah warga yang ambruk di Kampung Cikupa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2026). Material longsoran sempat menutup akses jalan desa sebelum akhirnya dibersihkan melalui kerja bakti oleh warga bersama unsur gabungan.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Gudang Miras Oplosan di Citamiang, Ratusan Botol dan 75 Liter Cairan Diamankan

30 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Barang bukti berupa 198 botol minuman beralkohol berbagai merek, 83 botol miras oplosan, dan 75 liter miras oplosan dalam galon yang berhasil disita Satnarkoba Polres Sukabumi Kota dari tangan pelaku berinisial H di kawasan Jalan Otista, Citamiang.

Rumah Warga di Kalapanunggal Sukabumi Ambruk Akibat Cuaca Ekstrem

30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Kondisi rumah milik Bapak Dani di Kampung Cikunten, Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, yang mengalami ambruk akibat cuaca ekstrem pada Kamis (29/10/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca