Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Jan 2026 10:32 WIB

Tragedi Warisan Berujung Petaka: Paman di Sukabumi Tega Tusuk Keponakan Gara-gara Pohon Jengkol


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JENTERANEWS.com – Sengketa tanah warisan yang tak kunjung usai kembali memakan korban. Seorang pria paruh baya berinisial AS (55) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, nekat menikam keponakannya sendiri, Jaenudin (39), hingga mengalami luka serius.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) ini dipicu oleh hal yang tampak sepele namun menjadi puncak kekesalan pelaku: penebangan sebuah pohon jengkol.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Bermula ketika korban, Jaenudin, berinisiatif menebang pohon jengkol yang berdiri di atas lahan yang selama ini menjadi objek sengketa keluarga.

AS yang mengklaim pohon tersebut sebagai miliknya, tidak terima dengan tindakan keponakannya. Emosi yang tak terbendung mendorong pelaku mendatangi korban dengan membawa sebilah pisau.

“Pelaku mengaku kesal karena pohon jengkol miliknya ditebang oleh korban. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menusukkan pisau ke arah perut korban,” ungkap Hartono dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Akibat serangan tersebut, Jaenudin menderita satu luka tusuk yang cukup dalam di bagian perut sebelah kiri. Usai melancarkan aksinya, AS langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terluka.

Berdasarkan hasil penyidikan, insiden pohon jengkol hanyalah pemantik dari api konflik yang sudah lama membara. Polisi mengungkap bahwa hubungan antara paman dan keponakan ini memang tidak harmonis akibat perebutan hak atas tanah warisan.

Pelaku AS mengklaim bahwa tanah tersebut adalah warisan yang diterima istrinya dari orang tuanya. Namun, lahan itu diklaim oleh pihak keluarga korban, sehingga memicu ketegangan bertahun-tahun.

“Masalah pohon jengkol ini menjadi puncak konflik. Sebelumnya memang sudah ada perselisihan sengit terkait tanah warisan tersebut,” tambah Hartono.

Setelah kejadian, AS sempat menjadi buronan polisi selama dua hari. Ia diketahui melarikan diri ke wilayah Kecamatan Ciemas untuk bersembunyi.

Namun, pelarian AS berakhir pada Selasa dini hari. Tim operasional Polres Sukabumi berhasil mengendus keberadaannya dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti. Kini, AS telah diamankan di Mapolres Sukabumi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Di sisi lain, kondisi korban Jaenudin cukup memprihatinkan. Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, mengonfirmasi bahwa korban sempat mendapatkan perawatan intensif sesaat setelah kejadian.

Luka tusuk yang dialami korban diketahui memiliki kedalaman lebih dari lima sentimeter, yang berpotensi mengenai organ vital. Pihak rumah sakit bahkan telah menyarankan agar korban dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan bedah toraks.

Namun, secara mengejutkan, korban memilih untuk pulang paksa atau Atas Permintaan Sendiri (APS).

“Pasien pulang APS. Padahal sempat dirawat dan sangat disarankan untuk dirujuk karena perlu pemeriksaan lanjutan di bedah toraks mengingat kedalaman lukanya,” jelas Billy.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagaimana sengketa harta warisan dapat merusak ikatan darah dan berujung pada tindak pidana kekerasan. (*)

Laporan: Rudi

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi