Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Jun 2025 07:45 WIB

Usut Laporan Warga, Kejaksaan Periksa Dugaan Penyelewengan Dana Desa Mandrajaya


					Tampak depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Kejari saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas laporan masyarakat terkait dugaan korupsi Dana Desa di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, untuk periode anggaran 2020-2023. Perbesar

Tampak depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Kejari saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas laporan masyarakat terkait dugaan korupsi Dana Desa di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, untuk periode anggaran 2020-2023.

JENTERANEWS.com – Setelah sempat mengendap, kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi secara resmi memulai penyelidikan mendalam atas dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi selama empat tahun berturut-turut, dari 2020 hingga 2023.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kabupaten Sukabumi, Agus Yuliana. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang resah atas pengelolaan keuangan di desa mereka.

“Iya, laporannya sudah kami terima. Terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa dari tahun anggaran 2020-2023,” ujar Agus saat dikonfirmasi pada Senin (16/6/2025).

Menurut Agus, timnya saat ini tengah bekerja dalam tahap penyelidikan. Oleh karena itu, ia belum bisa membeberkan secara rinci nomenklatur anggaran mana saja yang diduga menjadi bancakan. Namun, ia menjamin proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan.

“Sekarang masih penyelidikan. Tunggu saja, nanti perkembangan kasusnya pasti akan kami sampaikan kepada teman-teman,” tegasnya.

Kasus yang menyeret nama mantan Kepala Desa Mandrajaya periode tersebut, AAH, ini sejatinya merupakan puncak dari kekecewaan warga. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencium aroma tak sedap dalam pengelolaan dana desa pada periode 2022-2023.

Sebelum bergulir ke Kejaksaan, Inspektorat Kabupaten Sukabumi dikabarkan telah melakukan pemeriksaan khusus (riksus). Hasilnya, ditemukan adanya sejumlah temuan yang berujung pada Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Tak hanya tersandung dugaan korupsi Dana Desa, AAH juga memiliki catatan laporan lain yang mencoreng reputasinya. Di antaranya:

  • Mei 2023: Dilaporkan masyarakat atas dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
  • Oktober 2023: Kembali dilaporkan oleh Kelompok Tani terkait dugaan pungutan dana untuk bantuan 16 unit hand traktor yang seharusnya gratis.

Langkah Kejari Sukabumi untuk kembali mengangkat kasus yang sempat tak jelas nasibnya ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Mandrajaya. Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk membongkar tuntas dugaan praktik lancung yang merugikan keuangan negara dan menghambat pembangunan desa.(*)


Reporter: Rudi
Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.

Disdik Kabupaten Sukabumi Perkuat Pembinaan PAUD dan Akurasi Dapodik di Wilayah Dapil VI

21 September 2026 - 08:34 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena bersama jajaran pejabat Disdik, penilik, pengawas, serta pengelola lembaga PAUD dan PNF se-Dapil VI berfoto bersama pada Rapat Koordinasi Pembinaan di kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (20/9/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca