JENTERANEWS.com — Mimin (60), warga Kampung Babakan RT 05/07, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia usai terserempet Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah berjalan kaki menuju kediamannya usai menjual barang rongsokan di sebuah gudang yang berlokasi tak jauh dari perlintasan kereta api.
Ketua RT 05 Desa Karang Tengah, Heri, membeberkan bahwa korban diduga kuat tidak menyadari kedatangan kereta yang sedang melintas lantaran mengalami keterbatasan pendengaran.
“Bu Mimin mencari nafkah sendiri, kadang berjualan ayam goreng, kadang mengumpulkan rongsok. Pendengarannya memang sudah kurang, sehingga diduga tidak mendengar suara kereta,” ujar Heri.
Hal senada disampaikan Ketua RW 07 Desa Karang Tengah, Pijarmuhtar. Ia membenarkan adanya insiden maut yang menimpa salah satu warganya tersebut saat kereta melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Sementara itu, saksi mata yang merupakan pegawai gudang rongsok, Hasan, mengaku sempat bertransaksi dan bertegur sapa dengan korban beberapa saat sebelum kejadian. Hasan baru menyadari musibah tersebut setelah mendengar suara benturan dari arah rel.
“Bu Mimin baru saja selesai menjual rongsok di sini. Setelah saya salat, tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Pas saya lihat ke perlintasan, ternyata ada orang tersenggol kereta,” kata Hasan.
Mendapati korban adalah Mimin yang baru saja ditemuinya di persimpangan, Hasan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk mendatangi lokasi kejadian.
Sosok Mimin sendiri dikenal oleh warga sekitar sebagai pribadi yang gigih dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kasus kecelakaan ini kini berada dalam penanganan pihak berwenang setempat.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















