Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Sep 2026 18:51 WIB

Data Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Ratusan Warga Sukabumi Ajukan Penurunan Kategori Desil Bansos


					Warga mengantre untuk mengajukan perbaikan data desil bantuan sosial di Kantor Kelurahan Jaya Mekar, Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026). Perbesar

Warga mengantre untuk mengajukan perbaikan data desil bantuan sosial di Kantor Kelurahan Jaya Mekar, Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

JENTERANEWS.com – Ratusan warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, memadati Kantor Kelurahan Jaya Mekar pada Kamis (24/9/2026). Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk mengajukan perbaikan data status ekonomi atau desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi riil kehidupan masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 200 warga rela mengantre sejak pagi di posko “Gerebek Desil” yang digelar oleh Dinas Sosial Kota Sukabumi. Sebagian besar warga berupaya mengajukan penurunan tingkat desil karena kenaikan status ekonomi dalam data pemerintah membuat penyaluran bantuan sosial (bansos) terhenti.

Salah seorang warga asal Cicadas Girang, Hasanah (65), menyampaikan bahwa namanya tercantum dalam kategori desil 7. Padahal, ia hanya tinggal berdua bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh pengumpul kayu harian.

Hasanah menjelaskan bahwa kenaikan status desil tersebut berdampak langsung pada penghentian bantuan sosial berupa beras dan uang tunai yang sempat ia terima sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, dirinya tidak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat. Ia berharap pemutakhiran data ini dapat mengembalikan haknya untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Rasa khawatir serupa diungkapkan oleh Edi, warga lain yang berprofesi sebagai buruh serabutan. Edi mendatangi posko karena tingkat desil keluarganya mendadak naik, yang dikhawatirkan dapat memutus akses bantuan pendidikan bagi anaknya yang masih bersekolah melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Edi menegaskan bahwa penghasilannya sebagai buruh harian tidak menentu dan berharap pemerintah melakukan pendataan ulang secara transparan dan objektif agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara merata serta tepat sasaran.(*)

 

Reporter: Denny
Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Klarifikasi UPTD Pertanian Sukabumi Soal Traktor Bantuan Pemerintah yang Ditelantarkan

24 September 2026 - 18:11 WIB

Kondisi traktor bantuan pemerintah berwarna merah yang terdampar di Desa Cikarang akibat mengalami kerusakan mesin.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Ambruk Hingga Rusak Berat

24 September 2026 - 16:33 WIB

Rumah milik Iding di Desa Cidadap, Sukabumi, hancur diterjang angin kencang pada Kamis (24/9/2026). Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp93 juta.

Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Dorong Capaian Wilayah ODF

24 September 2026 - 12:07 WIB

Penandatanganan berita acara pelantikan Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 di Pendopo Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Marak Karhutla dalam Sehari, Enam Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Menerima Laporan Kebakaran Lahan

24 September 2026 - 11:15 WIB

Beda Keterangan Kades dan BPP Soal Traktor Mangkrak di Desa Cikarang, Ada Apa?

24 September 2026 - 10:09 WIB

Bantuan Alsintan Terlantar di Desa Cikarang, Petani Sukabumi Desak Dinas Pertanian Turun Tangan

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Soal Pemanfaatan Lahan di Ciambar

24 September 2026 - 09:13 WIB

Komisi I untuk menindaklanjuti aspirasi Forum Masyarakat Ciambar (Formabar) terkait pemanfaatan lahan perusahaan yang dinilai belum optimal di wilayah tersebut.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca