JENTERANEWS.com – Ratusan warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, memadati Kantor Kelurahan Jaya Mekar pada Kamis (24/9/2026). Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk mengajukan perbaikan data status ekonomi atau desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi riil kehidupan masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 200 warga rela mengantre sejak pagi di posko “Gerebek Desil” yang digelar oleh Dinas Sosial Kota Sukabumi. Sebagian besar warga berupaya mengajukan penurunan tingkat desil karena kenaikan status ekonomi dalam data pemerintah membuat penyaluran bantuan sosial (bansos) terhenti.
Salah seorang warga asal Cicadas Girang, Hasanah (65), menyampaikan bahwa namanya tercantum dalam kategori desil 7. Padahal, ia hanya tinggal berdua bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh pengumpul kayu harian.
Hasanah menjelaskan bahwa kenaikan status desil tersebut berdampak langsung pada penghentian bantuan sosial berupa beras dan uang tunai yang sempat ia terima sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, dirinya tidak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat. Ia berharap pemutakhiran data ini dapat mengembalikan haknya untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Rasa khawatir serupa diungkapkan oleh Edi, warga lain yang berprofesi sebagai buruh serabutan. Edi mendatangi posko karena tingkat desil keluarganya mendadak naik, yang dikhawatirkan dapat memutus akses bantuan pendidikan bagi anaknya yang masih bersekolah melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Edi menegaskan bahwa penghasilannya sebagai buruh harian tidak menentu dan berharap pemerintah melakukan pendataan ulang secara transparan dan objektif agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara merata serta tepat sasaran.(*)
Reporter: Denny
Redaktur: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















