JENTERANEWS.com – Warga Kampung Barupaku, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di aliran Sungai Cimunjul. Korban diidentifikasi sebagai Robi Ruliansah (31), seorang pemuda setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga selama empat hari berturut-turut.
Jasad pria yang sehari-hari berprofesi sebagai teknisi ponsel dan perakit komputer ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dede (25). Saksi mata tersebut tidak sengaja melihat tubuh korban saat sedang dalam perjalanan pulang setelah memancing.
Saat ditemukan, posisi jasad korban dalam keadaan telungkup di aliran sungai. Kondisi jenazah dilaporkan sudah mulai mengalami pembusukan, yang mengindikasikan bahwa korban diduga telah berada di dalam air selama beberapa hari.
Ayah korban, Heri, mengungkapkan bahwa anak sulungnya tersebut pergi meninggalkan rumah sejak Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Pihak keluarga awalnya tidak menaruh curiga karena tidak ada permasalahan apa pun di internal keluarga sebelum keberangkatannya.
“Pergi juga enggak ada yang tahu dari keluarga mah. Pas hari Selasa itu jam setengah sepuluhan malam saya WA, cuman dia ngasih share lock doang,” ujar Heri saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (12/7/2026).
Titik lokasi terakhir yang dikirimkan oleh korban berada di wilayah Desa Munjul, tepatnya di sekitar Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu). Namun, sesaat setelah mengirimkan lokasi tersebut, ponsel korban mendadak tidak aktif. Sejak saat itu, pihak keluarga kehilangan kontak sama sekali dengan korban.
Heri menambahkan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan hampir tidak pernah menginap di luar rumah tanpa kabar. Kendati demikian, sang ibu sempat merasakan firasat dan gelagat tidak biasa dari korban pada pagi hari sebelum ia dinyatakan hilang.
“Enggak ada mengeluh apa-apa, biasa saja. Cuman sama ibunya pagi hari itu dia sempat minta maaf,” tutur Heri.
Merasa cemas karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri setiap hari hingga malam dengan menyebarkan informasi ke kerabat serta grup pesan singkat. Heri mengaku sangat terpukul saat menerima kabar dari warga bahwa anaknya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Mendapat laporan dari warga terkait penemuan mayat, petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Nagrak, Babinsa, P2BK, pihak Puskesmas, serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Proses evakuasi jasad korban berhasil dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB dengan menggunakan mobil ambulans Desa Ciambar.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut serta untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah Robi langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sekarwangi untuk menjalani proses autopsi. Hingga saat ini, kasus penemuan mayat tersebut masih dalam penanganan intensif oleh pihak kepolisian setempat.(*)















