JENTERANEWS.com – Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Ciranjang Sawah RT 01/04, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi. Insiden yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB ini menghanguskan sejumlah rumah warga dan memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cimanggu, Taufik Soleh, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, api pertama kali diketahui sudah dalam kondisi membesar di salah satu bagian rumah. Material bangunan yang mudah terbakar serta tiupan angin membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Api diketahui warga sudah membesar di dalam salah satu rumah. Karena cepat merembet, total ada tiga unit rumah yang terdampak,” ungkap Taufik dalam laporannya.
Berdasarkan data assessment di lapangan, dua rumah dilaporkan hangus terbakar, yakni milik keluarga Bapak Tajmu (3 jiwa) dan keluarga Bapak Deni (4 jiwa). Sementara itu, satu unit rumah lainnya milik keluarga Bapak Krisno Manik (4 jiwa) mengalami kerusakan akibat terdampak jilatan api.
Selain meluluhlantakkan bangunan tempat tinggal, si jago merah juga melahap harta benda milik korban. Tercatat, tiga unit sepeda motor dan hasil panen padi sebanyak empat karung turut hangus tak tersisa.
Meski kerugian materiil cukup besar, Taufik memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, dampak kerusakan memaksa dua keluarga untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” jelasnya.
Pascakejadian, Pemerintah Desa Karangmekar segera berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan unsur Muspika Kecamatan Cimanggu serta instansi terkait. Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak meluas.
Tim gabungan yang terdiri dari Forkopimcam Cimanggu, P2BK, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Puskesmas, TKSK, Tagana, relawan kecamatan, serta PMI telah terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.
Hingga saat ini, koordinasi intensif masih dilakukan antara pemerintah desa dan Forkopimcam Kecamatan Cimanggu guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut serta penyaluran bantuan bagi para korban yang terdampak musibah ini.(*)















