Menu

Mode Gelap

Laporan : Rudi · 29 Jan 2026 09:14 WIB

Tragedi Makan Bergizi Gratis di Sukabumi: Tahu Berjamur Diduga Jadi Pemicu, Korban Keracunan Melonjak Jadi 22 Orang


					Sejumlah korban, yang terdiri dari siswa dan guru, menjalani perawatan medis di Puskesmas Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam (28/1/2026). Mereka dilarikan ke fasilitas kesehatan tersebut setelah mengalami gejala pusing dan mual usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi. Perbesar

Sejumlah korban, yang terdiri dari siswa dan guru, menjalani perawatan medis di Puskesmas Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam (28/1/2026). Mereka dilarikan ke fasilitas kesehatan tersebut setelah mengalami gejala pusing dan mual usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi.

JENTERANEWS.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan tajam publik. Insiden dugaan keracunan massal melanda Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, setelah puluhan siswa dan guru mengonsumsi menu MBG yang disalurkan pada Rabu (28/1/2026). Hingga Kamis (29/1/2026) pagi, jumlah korban dilaporkan terus bertambah hingga mencapai 22 orang.

Kasus ini bermula dari temuan menu tahu yang diduga basi dan berjamur di dua institusi pendidikan, yakni SDN Bojong Kopo dan PAUD Al Hadi di Desa Loji. Peristiwa yang awalnya hanya menjangkiti segelintir orang ini dengan cepat meluas, memicu respons darurat dari Dinas Kesehatan dan kepolisian setempat.

Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, menjelaskan bahwa insiden bermula saat distribusi 356 porsi makanan dari penyedia SPPG Loji tiba di SDN Bojong Kopo sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat pengecekan rutin pada pukul 08.30 WIB, pihak sekolah menemukan indikasi tahu yang tidak layak konsumsi karena berjamur. Sekolah segera mengeluarkan instruksi agar siswa tidak menyentuh makanan tersebut. Namun, seorang guru bernama Tri Karsa Perba Rahayu mencoba mencicipi tahu tersebut untuk memastikan kondisinya.

Tindakan serupa terjadi di PAUD Al Hadi, Kampung Gunung Buleud. Guru bernama Yuliani (28) juga mencicipi menu tahu yang dicurigai basi sebelum dibagikan.

“Tak lama berselang, para guru yang mencicipi makanan tersebut mengalami gejala klinis yang cepat dan mengkhawatirkan, mulai dari pusing, mual, sesak napas, hingga ujung lidah terasa kebas,” ungkap AKP Bayu. Para korban segera dilarikan ke UPTD Puskesmas Simpenan mulai pukul 15.45 WIB.

Selain tenaga pengajar, dua siswi kelas VI SDN Bojong Kopo, Neng RM (12) dan Mustika MG (12), juga harus menjalani pemeriksaan intensif dengan keluhan serupa.

Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, mengonfirmasi adanya lonjakan jumlah pasien yang signifikan pasca-kejadian.

“Hingga Kamis pagi ini, total korban tercatat sebanyak 22 orang. Dari jumlah tersebut, 6 orang harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut, 1 orang masih menjalani observasi di Puskesmas, dan 15 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik,” terang Ade, Kamis (29/1/2026).

Menanggapi eskalasi kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi, S.Kep., MKM, turun langsung ke lokasi kejadian pada Rabu malam untuk memimpin penanganan medis. Masykur menginstruksikan penerapan sistem triase segera setelah pasien mulai berdatangan.

“Kami langsung melakukan pemilahan dan anamnesa berdasarkan tingkat keparahan gejala. Jika derajat sakitnya bisa ditangani di puskesmas, kami tangani sesuai SOP. Namun, untuk kasus yang membutuhkan layanan lanjutan, kami rujuk ke rumah sakit setelah pasien distabilisasi,” jelas Masykur.

Ia juga menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan direktur dan kepala bagian RSUD Palabuhanratu untuk menyiagakan fasilitas rujukan. Selain itu, seluruh puskesmas di wilayah satu Kabupaten Sukabumi telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan (siap siaga).

Sebagai langkah tindak lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini, Dinas Kesehatan akan segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Kami sudah menginstruksikan tim surveilans dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh melalui penyelidikan epidemiologi,” pungkas Masykur.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan pengumpulan bukti terkait dugaan kelalaian penyedia makanan dalam program MBG ini.(*)


Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Dukung Kemandirian Energi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Resmikan Reaktor Biogas dan Solar Dryer House di Simpenan

13 Februari 2026 - 07:02 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali (kiri), mencicipi makanan yang dimasak menggunakan energi biogas pada peresmian Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Instalasi ini mengolah limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi energi bersih untuk kebutuhan memasak.

Kebakaran Hebat Landa Cimanggu Sukabumi: Tiga Rumah dan Kendaraan Warga Hangus Terbakar

11 Februari 2026 - 23:04 WIB

UPAYA PEMADAMAN: Petugas Damkar bersama unsur Muspika dan relawan tengah melakukan pendinginan sisa puing bangunan untuk memastikan api benar-benar padam di lokasi kejadian, Rabu (11/2/2026)

Dalih Ajak Jalan-Jalan, Oknum Penagih Bank Keliling Diduga Perkosa dan Ancam Bunuh Anak Nasabah di Sukabumi

10 Februari 2026 - 15:39 WIB

Ilustrasi: Dugaan kekerasan seksual yang dialami SS (18), anak nasabah bank keliling di Cicurug, Sukabumi, pada Sabtu (7/2/2026). Korban mengaku dipaksa dan diancam oleh terduga pelaku.

Perkuat Sinergi, DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Penyusunan Ranwal RKPD 2027 Fokus pada Infrastruktur dan Ekonomi

30 Januari 2026 - 07:07 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Budi Azhar Mutawali (tengah kiri), bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah kanan), melakukan serah terima dokumen dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 di Bale Pangripta Bapperida, Palabuhanratu, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemetaan prioritas pembangunan daerah yang inklusif dan responsif.

Si Jago Merah Mengamuk, Parantina Resto di Lingkar Selatan Sukabumi Ludes Terbakar

27 Januari 2026 - 18:09 WIB

Kebakaran hebat melanda Parantina Resto & Cafe di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (27/1/2026) sore. Api dengan cepat melahap bangunan yang didominasi material kayu tersebut, menyisakan puing-puing hangus. Foto diambil dari rekaman video warga yang melintas.

Wajah Baru Kantor Kecamatan Ciemas: Bupati Asep Japar Resmikan Gedung, Tekankan Layanan Publik yang Cepat dan Transparan

26 Januari 2026 - 15:55 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (tengah, berseragam dinas cokelat), bersama Camat Ciemas dan tokoh masyarakat, melakukan prosesi gunting pita di depan pintu masuk utama Kantor Kecamatan Ciemas yang baru selesai direhabilitasi, Senin (26/1/2026). Peresmian ini menandai dimulainya penggunaan gedung baru dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih ramah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Trending di Laporan : Rudi