Menu

Mode Gelap

Pertanian · 21 Sep 2026 17:03 WIB

Potensi Ekonomi Tinggi, BAPPENAS Rilis Panduan Budidaya Pepaya California


					Potensi Ekonomi Tinggi, BAPPENAS Rilis Panduan Budidaya Pepaya California Perbesar

JENTERANEWS.com — Tanaman pepaya (Carica papaya L) varietas California kian diminati para petani di berbagai daerah. Komoditas hortikultura yang berasal dari kawasan Meksiko bagian selatan dan Nikaragua ini dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta prospek pasar yang menjanjikan.

Berdasarkan panduan dari Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), pepaya California memiliki keunggulan pada kualitas buah. Buahnya berukuran sedang dengan bobot berkisar 0,8 hingga 1,5 kilogram per buah, berkulit hijau tebal dan mulus, serta berbentuk lonjong. Saat matang, warna kulit berubah menjadi kuning dengan daging buah yang tebal, kenyal, dan rasanya manis.

Syarat Tumbuh dan Pengolahan Tanah

Untuk mencapai hasil produksi optimal, pepaya California membutuhkan kondisi lingkungan yang spesifik. Tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 700 meter di atas permukaan laut, suhu udara 23–30 derajat Celsius, serta curah hujan tahunan berkisar 1.000 hingga 2.000 milimeter.

Media tanam yang ideal berupa tanah subur bertekstur sedikit berpasir dengan tingkat keasaman (pH) netral antara 6 hingga 7. Apabila kondisi tanah terlalu asam, aplikasi pengapuran menggunakan dolomit diperlukan untuk menetralkan tingkat keasaman tanah.

Tahap persiapan lahan diawali dengan pembersihan gulma, batu-batuan, dan sisa tanaman, serta pembuatan sistem drainase. Pengolahan tanah dilakukan melalui pencangkulan dan perataan yang dicampur dengan abu bekas pembakaran kayu sawmill. Lubang tanam dibuat berukuran 60 x 60 x 50 sentimeter dengan memisahkan tanah lapisan atas di sisi kanan dan tanah lapisan bawah di sisi kiri.

Saat penimbunan, tanah bagian bawah dimasukkan terlebih dahulu kemudian ditutup oleh tanah bagian atas. Lubang tanam selanjutnya dibiarkan terbuka dan diangin-anginkan selama 1 hingga 2 minggu untuk mengurangi keasaman dan kadar air. Jarak tanam diatur sekitar 2,5 x 2,5 meter atau 2,5 x 2,75 meter, sehingga populasi tanaman dapat mencapai sekitar 1.200 pohon per hektar.

Teknik Pembuatan Bedengan dan Penanaman

Pembuatan bedengan dilakukan dengan lebar 1 hingga 1,5 meter dan tinggi 30 hingga 40 sentimeter pada tahun pertama, dengan jarak antarbedengan sekitar 1 meter yang disesuaikan arah aliran air. Lubang tanam dibuat di tengah bedengan menyesuaikan ukuran bibit.

Perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif menggunakan biji dari buah matang dan sehat di pohon. Pengambilan benih dilakukan pada dua per tiga bagian ujung buah, setelah sepertiga bagian pangkalnya dipotong.

Penanaman dapat dilakukan secara langsung menggunakan 2 hingga 3 biji per lubang, atau memindahkan bibit berumur 1 hingga 1,5 bulan dari polybag. Waktu penanaman disarankan pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB guna meminimalkan risiko kematian bibit. Penanaman dua bibit sekaligus pada beberapa lubang juga dianjurkan sebagai langkah antisipasi terhadap tanaman cacat atau mati.

Masa Panen dan Penanganan Pascapanen

Pepaya California dapat dipanen pertama kali pada usia pertumbuhan 8 hingga 9 bulan. Tanda kematangan ditunjukkan dengan munculnya semburat warna kuning kemerahan sekitar 25 persen pada kulit buah bagian ujung. Untuk kebutuhan distribusi jarak jauh, pemetikan dilakukan saat semburat warna hijau kekuningan masih kurang dari 25 persen.

Proses pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau tajam atau gunting pangkas secara hati-hati agar buah tidak rusak atau jatuh ke tanah. Penggunaan tangga dapat diterapkan apabila ukuran pohon sudah terlalu tinggi.(*)

Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Bupati Sukabumi Pimpin Panen Raya, Tegaskan Peran Vital Ciemas dalam Swasembada Pangan Nasional

25 Mei 2026 - 20:10 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah, mengenakan topi khusus) bersama unsur Forkopimda berpose di depan alat pemanen padi (combine harvester) pada acara Gerakan Panen Padi di Kecamatan Ciemas, Sukabumi.

Perhutani Sukabumi Gencarkan Sosialisasi ESRA, Tekankan Bahaya Jangka Panjang Pestisida Kimia

24 Oktober 2025 - 13:04 WIB

Perhutani Sukabumi Gencarkan Sosialisasi ESRA, Tekankan Bahaya Jangka Panjang Pestisida Kimia

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes Curugkembar Sukabumi Luncurkan Program Penanaman Jagung Hibrida Melalui BUMDes

13 Oktober 2025 - 14:39 WIB

Pemerintah Desa Curugkembar dan BUMDes Bangun Sentosa Mandiri siap menggarap lahan untuk program jagung hibrida, mengoptimalkan Dana Desa 2025 untuk kemandirian pangan.

Panen Raya Pepaya California di Ciamis: Buah Sinergi Multipihak, Dongkrak Ekonomi Petani Lokal Menuju Pasar Modern

25 September 2025 - 20:45 WIB

Perwakilan petani, pejabat Dinas Pertanian Ciamis, Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University Dr. Handian Purwawangsa, Manager Program YBM BRILiaN Ahmad Daelami, dan Microeconomic Manager PT Indomarco Prismatama Anom Ari Wibowo berfoto bersama di lokasi panen raya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program agribisnis dari hulu hingga hilir.

Sukabumi Gelar Panen Raya Jagung, Bupati Asep Japar Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani

5 Juni 2025 - 14:55 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memetik langsung jagung saat memimpin Panen Raya di Kampung Cigombong, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kamis (5/6/2025). Kegiatan yang difasilitasi Polri ini merupakan wujud dukungan nyata Kabupaten Sukabumi terhadap program swasembada pangan nasional.

Irigasi Rusak, Ratusan Hektar Sawah di Sukabumi Terbengkalai: Dirjen Kementan Turun Tangan!

31 Mei 2025 - 18:10 WIB

Kebersamaan menjadi kunci! Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Yudi Sastro, berfoto bersama para petani, penyuluh, dan perwakilan daerah, menandai komitmen kolektif untuk mengatasi permasalahan irigasi di Warungkiara dan mengembalikan harapan bagi petani setempat.
Trending di Pertanian
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca