Menu ✖

Mode Gelap

Bencana · 6 Des 2024 17:05 WIB

Bencana Tanah Bergerak dan Longsor Parah Landa Desa Mekartani, Sukabumi


					Bencana Tanah Bergerak dan Longsor Parah Landa Desa Mekartani, Sukabumi Perbesar

JENTERANEWS.com – Bencana alam kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, Desa Mekartani, Kecamatan Cidadap, menjadi sasaran bencana tanah bergerak dan longsor yang cukup parah. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa, 3 Desember hingga Rabu, 4 Desember lalu.

Menurut Kepala Desa Mekartani, Sulaeman, pergerakan tanah tidak hanya terjadi di satu titik. Setidaknya ada tiga kampung yang terdampak, yakni Kampung Ciaul, Kampung Kubang, dan Kampung Cimanggu. Jumlah rumah yang terancam pun terus bertambah. Awalnya tercatat 12 rumah, namun kini jumlahnya telah mencapai 50 rumah.

“Tanah belah dengan panjang kurang lebih 1 kilometer dan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 1 meter,” ungkap Sulaeman. Jumat (6/12/2024).

Rumah warga rusak di desa mekartani Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi

Rumah warga rusak di desa mekartani Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi

Selain pergerakan tanah, longsor dengan skala yang lebih besar juga terjadi di Kampung Datar Kalapa, Peristiwa ini merusak lima rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena penghuni rumah sedang tidak berada di lokasi. Material longsor berupa tanah, bebatuan, lumpur, dan pepohonan menutup akses jalan dengan ketinggian mencapai 4 meter dan panjang 100 meter.

Pemerintah desa telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan asesmen. Warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke tempat kerabat. Saat ini, kebutuhan mendesak bagi para korban adalah bantuan tanggap darurat, sembako, dan alat berat untuk membersihkan material longsor.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Cikidang Sukabumi, Tiga Kepala Keluarga Terancam

22 Mei 2026 - 09:19 WIB

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi bersama warga setempat bergotong royong membersihkan material tanah longsor di Kampung Cikamuning, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) pagi.

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Bencana

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca