Menu

Mode Gelap

Bencana · 15 Apr 2026 07:21 WIB

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras


					Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan. Perbesar

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

JENTERANEWS.com — Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali melumpuhkan infrastruktur warga. Sebuah jembatan darurat di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dilaporkan putus total dan hanyut terbawa arus banjir pada Selasa (14/4/2026) sore.

Jembatan berbahan dasar bambu yang menjadi urat nadi penghubung antara Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit tersebut tak kuasa menahan hantaman debit air sungai yang meningkat drastis. Seluruh material jembatan terseret arus sungai yang mengganas.

Ironisnya, usia infrastruktur vital ini terbilang sangat seumur jagung. Jembatan darurat tersebut belum genap tiga bulan beroperasi sejak diresmikan pada awal Januari 2026 lalu. Pembangunannya sendiri bukan berasal dari proyek pemerintah, melainkan hasil keringat dan gotong royong antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), serta swadaya masyarakat setempat.

Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor utama hancurnya jembatan.

“Mungkin karena hujan sangat deras pada hari ini dan beberapa hari yang lalu, dampaknya jembatan darurat yang kita bangun tiga bulan yang lalu hari ini terbawa lagi oleh banjir,” ungkap Andri saat dimintai keterangan, Selasa (14/4/2026).

Putusnya akses jembatan ini memberikan pukulan telak bagi aktivitas warga di kedua kampung. Selama ini, jalur tersebut merupakan akses utama yang menopang berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari perputaran roda ekonomi, interaksi sosial, hingga lintasan para pelajar menuju sekolah.

Akibat terputusnya akses ini, warga kini terpaksa menempuh jalur alternatif dengan jarak memutar yang jauh lebih panjang dan menyita waktu. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sisa-sisa material bambu jembatan tampak berserakan dan tersangkut di pinggiran aliran sungai, sementara sebagian besar fondasinya telah lenyap terbawa arus.

Melihat kondisi geografis dan ancaman cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Sukabumi, Andri menilai solusi jembatan darurat tidak lagi memadai. Ia mendesak adanya campur tangan langsung berupa langkah konkret dari pemerintah untuk membangun infrastruktur yang lebih tangguh.

“Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah segera memberikan penanganan yang begitu cepat. Supaya akses warga ke dua kampung ini bisa kembali berjalan normal, idealnya dengan menghadirkan jembatan permanen yang lebih kuat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih mengandalkan jalur memutar dan berharap pemerintah daerah segera meninjau lokasi untuk melakukan tindakan tanggap darurat infrastruktur.(*)

Laporan: Aris Jampang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Lengkong Sukabumi, Satu Rumah Warga Rusak

6 Maret 2026 - 20:13 WIB

Trending di Bencana