JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam (5/4/2026) mengakibatkan bencana tanah longsor di beberapa titik di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, insiden ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Longsor dilaporkan menerjang tiga titik lokasi berbeda yang berdampak pada akses jalan desa, jalan kabupaten, hingga mengancam keselamatan hunian warga.
Rincian Titik Terdampak
Pihak P2BK Nagrak merinci dampak kerusakan di lapangan sebagai berikut:
Kampung Cibodas (RT 36/RW 07):
Tebing setinggi 4 meter dengan panjang 15 meter longsor dan memutus akses jalan setapak. Material tanah juga menutupi jalan gang serta mengancam satu unit rumah milik Bapak Deni yang dihuni oleh 4 jiwa.
Kampung Cibodas (RT 29/RW 06):
Tembok Penahan Tanah (TPT) di halaman belakang rumah Bapak Rudi (1 KK, 5 jiwa) ambrol. Longsoran dengan dimensi panjang 15 meter dan tinggi 5 meter ini mengancam struktur utama bangunan rumah.
Kampung Pasir Huni (RT 05/RW 01):
Longsor terjadi pada bahu jalan kabupaten jalur Sinagar-Pawenang. Dengan dimensi panjang 3 meter dan tinggi 2 meter, kerusakan ini mengancam terputusnya akses utama transportasi masyarakat jika tidak segera ditangani.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
Pasca kejadian, warga setempat bergerak cepat melakukan gotong royong untuk membersihkan material tanah dan batako yang menutup akses jalan. Saat ini, area di jalur kabupaten telah diberi tanda bahaya bagi pengguna jalan yang melintas.
P2BK Nagrak bersama Satpol PP Kecamatan Nagrak, Puskesos, dan Unit Reaksi Cepat (URC) PB Desa Pawenang telah melakukan assessment di lokasi kejadian untuk mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak.
“Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pawenang dan instansi terkait untuk langkah penanganan selanjutnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini,” tulis laporan resmi P2BK Nagrak.
Kebutuhan Mendesak dan Rekomendasi
Untuk mencegah longsor susulan, BPBD mengidentifikasi beberapa kebutuhan logistik mendesak, di antaranya:
- Karung plastik (sandbag)
- Tenda gulung (terpal)
- Kawat bronjong
- Pembangunan kembali Tembok Penahan Tanah (TPT)
Pihak kecamatan merekomendasikan agar Pemerintah Desa segera menyusun Berita Acara Permohonan Bantuan yang ditujukan kepada BPBD serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi.
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang dan petir yang dapat memicu bencana serupa. (*)
Editor : Mia















